Ahok Bentuk BLUD LRT, Siapkan Rp 500 M untuk Bangun Koridor 1

Ahok Bentuk BLUD LRT, Siapkan Rp 500 M untuk Bangun Koridor 1

Ayunda Windyastuti Savitri - detikFinance
Senin, 08 Jun 2015 17:05 WIB
Ahok Bentuk BLUD LRT, Siapkan Rp 500 M untuk Bangun Koridor 1
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) berniat membangun Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk proyek pembangunan light rail transit atau LRT. Ahok menyebut pembangunan mulai dilakukan tahun ini.

"Kita akan bentuk BLUD LRT lalu dia akan bangun, tahun depan kita akan teruskan koridor satu sama koridor tujuh. Dalam KUA PPS (Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran) kita sudah siapkan itu. Tahun ini (groundbreaking) untuk koridor 1," ucap Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2015).

Untuk Kepala BLUD LRT, Ahok sudah menunjuk calon pilihannya. Dia adalah Benhard Hutajulu, mantan Kasudin Jakarta Timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah (fix). Kalau dia macam-macam, stafin (jadikan staf) lagi," imbuhnya.

Alasan dibangunnya BLUD, kata Ahok, agar lebih praktis dan bisa bekerja dengan cepat. Sebab jika langsung membangun perseroan terbatas (PT), maka Pemprov harus memberinya penyertaan modal pemerintah (PMP) melalui Perda yang disepakati terlebih dulu.

"Mesti mulai BLUD dulu, kalau langsung PT kan harus PMP. Kalau baru kamu bikin PMP mesti Perda lagi. Lambat," terang mantan Bupati Belitung Timur tersebut.

"Kan kita sudah siapin. Lelang dulu, APBDP keluar dulu langsung pakai. Kita boleh lelang dulu sebelum APBDP dengan anggaran mendahului," sambungnya.

Ahok mengestimasi biaya mega proyek LRT koridor 1 hanya akan menelan sekitar Rp 500 miliar. Koridor 1 itu nantinya akan menghubungkan Kebayoran Lama-Kelapa Gading.

"Kecil, paling Rp 500 miliar untuk bangun jalan layang 1 kilometer dari Kelapa Gading, Pegangsaan menuju Kebayoran Lama untuk Koridor 1," kata dia.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Heru budi Hartono menyebut pembangunan LRT tahap awal akan dikerjakan pada November 2015 mendatang. Selanjutnya, pada Desember mengadakan lelang lagi dan menganggarkan Rp 2 triliun dari APBD 2016 untuk meneruskan pembangunan LRT.

"Kan fisik baru November, 2 bulan bisa kekejar hanya sampai itu. Nanti Desember, Rp 2 triliun kita jalankan fisiknya, simultan. Fisiknya sekarang lelang, nanti November itu dilelang juga untuk 2016. Jadi Januari-Februari mereka sudah jalan," urai Heru.

Ahok memastikan proyek pembangunan LRT oleh Pemprov dan pemerintah pusat akan berkesinambungan. Sehingga, warga DKI tidak perlu khawatir proyek mereka bertabrakan satu sama lainnya.

Hanya saja, Ahok sedikit heran dengan pilihan pemerintah pusat yang memberikan hak pembangunan LRT kepada PT Adhi Karya (ADHI) untuk rute Cibubur-Cawang-Kuningan. Sebab, pihaknya lebih memilih bekerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

"Tadi baru ketemu PT Kereta Api. Kita bingung juga ya kok pemerintah nggak kasih ke Kereta Api malah ke Adhi Karya yang bangun gitu. Kita saja mau kerjasama sama PT Kereta Api," tutup Ahok.

(aws/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads