Pedagang tomat di Pasar Induk Kramat Jati, Ayin Kosasih mengatakan saat ini harga tomat memang sedang turun bahkan anjlok. Anjloknya harga tomat bisa mencapai 50% dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Ia mengingat saat 3 bulan lalu harga tomat masih Rp 6.000/Kg, lalu dua bulan berikutnya turun Rp 5.000/Kg, sekarang turun lagi jadi Rp 3.000/kg.
"Tomat sekilo sekarang Rp 3.000 yang standar. Ini masih bagus, walau murah. Biasanya minggu lalu lagi pahit-pahitnya, ambil di petani saja sekarang cuma Rp 2000 per kg. Ambil dari Bandung dalam sehari 7 ton," katanya.
Namun Ayin memperkirakan harga tomat akan naik saat memasuki bulan Puasa. Hal ini sejalan dengan permintaan yang tinggi menjelang Puasa dan Lebaran.
"Saat Puasa itu tomat pasti naik dalam 3 hari awal. Karena petani di gunung nggak petik. Naiknya nanti di sini Rp 5.000. Tapi nggak tahan lama biasanya. Biasanya sepi lagi pas setelah 3 hari Puasa," katanya.
Sementara itu, pedagang tomat lainnya bernama Edi mengatakan saat harga tomat di petani Rp 1.700/kg, dari Sukabumi dan Garut. Saat Puasa harganya diperkirakan akan naik Rp 5.000/kg.
"Lagi jatuh sekarang, yang sedang Rp 2.000. Ini kan turun karena belanja lagi sepi orang-orang. Kalau barang melimpah," katanya.
Β
Sementara itu pedagang kentang, bernama Santi mengatakan harga kentang sedang turun. Namun kenaikan harga kentang akan terjadi mendekati Puasa.
"Kentang lagi jatuh sekarang cuma Rp 5.000/kg yang jumbo, yang Rp 4.000/kg sedang, yang kecil-kecil Rp 3.000/Kg," kata Santi
Pedagang kentang lainnya bernama Asih mengatakan harga kentang saat ini paling mahal Rp 7.000/Kg.
"Nanti pas awal Puasa biasanya jadi Rp 8.000. Itu juga biasanya pengaruhnya hanya dua sampai 3 hari. Biasanya hari keempat Puasa kan turun lagi kaya harga yang sekarang," katanya. (hen/rrd)











































