Ini PR Dirut Bulog yang Baru

Ini PR Dirut Bulog yang Baru

Wiji Nurhayat - detikFinance
Senin, 08 Jun 2015 18:55 WIB
Ini PR Dirut Bulog yang Baru
Jakarta - Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Djarot Kusumayakti memiliki tugas yang cukup berat, selain harus menyerap beras petani sebanyak 4 juta ton, Bulog juga harus punya stok beras akhir tahun minimal 1,5 juta ton.

Hal tersebut seperti diungkapkan Menko Perekonomian Sofyan DjalilΒ kepada detikFinance, ditemui di Kantornya, Kawasan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (8/6/2015).

Ia mengatakan Bulog harus mampu menyerap lebih banyak beras petani dan menyediakan stok beras di gudang-gudangnya sampai akhir tahun minimal 1,5 juta ton.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang pertama penyediaan penyerapan beras. Sebanyak mungkin bisa diperoleh dari dalam negeri dan itu tugas Dirut baru. Amannya kita harus punya beras cadangan sampai akhir tahun itu 1,5 juta ton," ungkap Sofyan.

Seperti diketahui, Lenny dicopot dari jabatannya sebagai Dirut Bulog, karena tidak mampu menyerap beras petani sesuai target yang ditentukan.

Di bawah kepemimpinan Lenny yang telah menginjak bulan ke-6, Perum Bulog belum bisa memenuhi target penyerapan beras petani. Perum Bulog mencatat serapan pengadaan beras pada awal Mei 2015 baru mencapai 700.000 ton dari target 2,75 juta ton atau 25% dari target. Padahal Presiden Joko Widodo menargetkan serapan beras petani minimal 4-4,5 juta ton.β€Ž

"Bu Lenny tidak bisa mencapai target itu," kata Deputi BUMN Bidang Usaha Agro dan Industri Strategis, Kementerian BUMN Muhammad Zamkhani.

(rrd/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads