Menko Perekonomian Sofyan Djalil cerita soal kasus yang menimpa Dahlan Iskan saat ini. Menurut Sofyan, Dahlan menandatangani dan menyetujui anggaran pembangunan 21 gardu induk listrik. "Dia (Dahlan) bilang, kalau saya tidak teken, tidak satu pun gardu akan berdiri. Kalau nggak berdiri, nggak ada listrik yang mengalir," jelas Sofyan saat membuka diskusi terkait percepatan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia. Diskusi diadakan di kantor Kemenko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (9/6/2015).
Namun dalam perjalanannya, dari 21 gardu yang terbangun hanya 2. Tapi sisanya tetap terbangun, meski melewati batas waktu yang ditentukan.
"Nah kondisi ini yang perlu kita perhatikan. Pemerintah saat ini perlu melakukan banyak terobosan tetapi jangan sampai kita saling menjerat karena terobosan itu," ujar Sofyan.
Pemerintah pimpnan Joko Widodo (Jokowi), saat ini melakukan terobosan besar-besaran untuk mengejar target besar pembangunan yang dicanangkan.
"Saya pikir kalau ini tidak dilaksanakan secara tepat secara benar, maka ini akan menjadi taruhan yang sangat besar," jelas Sofyan.
"Dalam kasus Pak Dahlan Iskan, aparat penegak hukum harus melihat secara keseluruhan. Apakah ada niat jahat itu. Apakah itu ada upaya memperkaya diri sendiri?β Ini kan niat Pak Dahlan baik sekali. Hanya saja dalam pelaksanaannya secara hukum tidak sesuai," kata Sofyan.
(dnl/rrd)











































