Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, upaya antisipasi sudah dilakukan pemerintah sejak satu setengah bulan yang lalu. Masalah yang utama adalah masalah distribusi.
Salah satu contohnya adalah bawang merah. Jokowi mengatakan, saat ini harga bawang merah di Brebes sudah turun hingga kisaran Rp 14.000-15.000/kg setelah panen. Sementara di Jakarta masih ada yang Rp 27.000/kg, karena belum dapat kiriman.
"Kita sudah antisipasi sejak satu setengah bulan lalu. Ini cuma masalah distribusi saja. Harga itu kuncinya supply and demand, yang penting harganya masih wajar," kata Jokowi, ketika ditemui detikcom di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2015).
Jokowi berharap, dengan harga pangan yang terkendali maka Indonesia tidak perlu lakukan impor. Pasokan pangan harus ditambah sehingga harga bisa stabil.
"Ini masalah supply and demand. Sampai detik ini kita tidak impor," ujarnya.
Jokowi sudah memberikan target kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman, supaya Indonesia bisa swasembada pangan dalam 3 tahun. Saat ini berbagai faktor pendukung swasembada sedang disiapkan.
"Ini baru berapa bulan sih. Harus berproduksi dulu. Ini baru air, harus buat bendungan, 52% irigasi rusak. Saya beri Menteri Pertanian target 3 tahun. Menteri Pertanian jawab mungkin tidak 3 tahun. Perlu persiapan lahan. Ini untuk mengubah tidak mudah, butuh fundamentalnya dulu," ujarnya.
Persiapan yang dilakukan oleh pemerintah saat ini akan terasa imbasnya dalam jangka menengah dan panjang. Sehingga pada masa persiapan ini masih akan ada gejolak di harga pangan.
"Mau tidak mau harus kita lakukan. Ada efek jangka menengah dan jangka pendek. Kita coba saja. Bagaimana untuk menekan harga," ujarnya.
(ang/dnl)











































