WIKA dan Kalla Group Garap Proyek Bendungan Rp 700 Miliar di Sulsel

WIKA dan Kalla Group Garap Proyek Bendungan Rp 700 Miliar di Sulsel

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Rabu, 10 Jun 2015 14:53 WIB
WIKA dan Kalla Group Garap Proyek Bendungan Rp 700 Miliar di Sulsel
ilustrasi
Jakarta - Konsorsium PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) dan perusahaan kontraktor umum PT Bumi Karsa (BK) bagian dari Kalla Group melakukan penandatanganan Surat Perjanjian Pembangunan Bendungan Passeloreng, Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU-PR) pada pekan pertama Juni 2015 di Makassar.

Demikian keterangan tertulis WIKA yang diterima detikFinance, dikutip Rabu (10/6/2015).

Proyek dengan nilai Rp 701,47 miliar itu ditandatangani oleh Bambang Saptadi Sukarno, selaku kuasa KSO WIKA-BK dengan Iskandar Rahim selaku Pejabat Pembuat Komitmen Bendungan II SNVT Pembangunan Bendungan BBWS Pompengan Jeneberang.

WIKA ditunjuk oleh Kementerian PU-PR sebagai pemenang pelelangan pekerjaan Pembangunan Bendungan Passeloreng, sesuai dengan Surat Penunjukan Pemenang Nomor: KU.03.01-MN/364 tanggal 27 April 2015.

Rencananya proyek ini akan berlangsung selama 60 bulan kalender dihitung sejak tanggal yang ditetapkan dalam penandatanganan perjanjian kontrak.

Lingkup utama pekerjaan pada proyek ini meliputi: pekerjaan persiapan, pekerjaan bangunan pengelak sungai, pekerjaan bendungan utama dan bendungan pelana, pekerjaan bangunan pelimpah, pekerjaan bangunan pengambilan dan pengeluaran, pekerjaan hidromekanikal dan listrik, jalan layanan serta pekerjaan rumah OP & pelengkap.

Pembangunan Bendungan Pasellorang merupakan salah satu prioritas pembangunan infrastruktur daya air di Sulawesi Selatan. Pembangunannya berdiri di atas lahan seluas 169 kilometer persegi dengan luas genangan waduk sebesar kurang lebih 2.500 hektar, panjang 309,57 meter, tinggi 44,50 meter, dan lebar 10 meter.

Bendungan yang berada di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan ini didesain untuk menyediakan tampungan khusus sebesar 138 juta meter kubik dan merupakan infrastruktur pengairan yang bermanfaat untuk mengairi areal persawahan seluas 7.000 hektar.

(hen/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads