Djarot yang baru dua hari menjabat sebagai orang nomor satu di Bulog ini mengatakan terjadi fluktuasi produksi beras dalam 10 tahun terakhir, bahkan pada 2011 dan 2014 terjadi penurunan produksi beras nasional.
Ia menjelaskan, dari total produksi beras yang tahun ini ditargetkan setara gabah kering giling mencapai 73 juta ton, daya serap Bulog rata-rata hanya 5,75% dari produksi beras yang ada.Khusus 2015 sampai juni penyerpan 2,59% atau asumsi ceteris paribus,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djarot mengatakan, selama beberapa tahun, Bulog telah mengimpor beras rata-rata 425.000 ton, yang dilakukan pada 2010-2011-2012-2014. Secara rata-rata selama 20 tahun terakhir, Bulog mengimpor beras 984.000 ton per tahun.
"2015 Insya Allah tidak ada impor," katanya.
Ia mengatakan, saat ini stok beras di gudang-gudang Bulog mencapai 1,435 juta ton. Termasuk di dalamnya dari penyerapan beras hingga Juni sebanyak 1,2 juta ton, sebanyak 1,1 juta ton sudah disalurkan untuk program raskin.
(hen/rrd)











































