Pasca Dirut Bulog Diganti, Anggota DPR Kritik Jokowi dan Menteri Rini

Pasca Dirut Bulog Diganti, Anggota DPR Kritik Jokowi dan Menteri Rini

Dana Aditiasari - detikFinance
Rabu, 10 Jun 2015 18:20 WIB
Pasca Dirut Bulog Diganti, Anggota DPR Kritik Jokowi dan Menteri Rini
Jakarta - Pergantian pucuk pimpinan dan direktur di Perum Bulog beberapa hari lalu mendapat respons anggota Komisi IV DPR-RI. Sebagian ada yang menyalahkan Menteri BUMN Rini Soemarno hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menteri BUMN Rini Soemarno mendapat kritikan karena telah memilih Lenny Sugihat yang berlatar belakang bankir di Bank BRI sebagai direktur pengendalian risiko. Namun Lenny akhirnya diganti oleh pemerintah karena dianggap tak berhasil setelah menjabat hanya 5 bulan.

"Saya kemarin lihat sebenarnya kemarin Bu Rini salah juga, ternyata beliau terlalu mengagung-agungkan Bu Lenny yang berlatar belakang orang bank. Beliau itu memang kompetensinya sangat baik di bank, jadi saya pikir memang seharusnya beliau tetap di bank saja," kata anggota Komisi IV DPR RI Hamka B Kady dalam RDP di komisi IV, Rabu (10/6/2015).

Ia mengatakan, menakhodai BUMN Perum Bulog merupakan tugas berat. Bulog sangat strategis karena menyangkut ketahanan pangan, serapan beras petani rendah maka dampaknya bisa luas termasuk risiko adanya impor.

"Kemudian, bapak (Dirut Bulog, Djarot Kusumayakti) juga yang berlatar belakang sebagai bangkir. Semoga tidak mengulangi kesalahan yang sebelumnya," katanya.

Hamka juga sempat menyoroti pernyataan-pernyataan Presiden Jokowi yang sejak awal berjanji tak akan mengimpor beras. Kondisi ini menjadi dilema ketika Perum Bulog yang ditugaskan membeli beras petani lokal kinerjanya tak maksimal. Dari target 4 juta ton, pengadaan baru hanya 1,2 juta ton.

"Pak Jokowi soal impor beras. Salahnya Pak Jokowi itu harusnya itu tidak perlu dikeluarkan sebagai statement. harusnya kalau benar, jalankan saja tidak perlu berkoar-koar ke media," katanya.

Dampak pernyataan sang Presiden, telah memicu adanya aksi spekulasi, karena pasar menilai tak ada impor bisa berpeluang stok terbatas karena produksi padi yang belum pasti.

"Kalau sekarang kan, bergitu ada statement ini pemain langsung bersiap semua. Mereka langsung bangun gudang-gudang. Ini bahaya," katanya.

Sementara itu, anggota Komisi IV lainnya Darori Wonodipuro mengingatkan bahwa menjadi dirut Perum Bulog tak mudah.

"Saya sekedar ingatkan. Bapak dapat tugas cukup berat. Tolong bapak lihat struktur organisasi bapak seperti apa? Sudah memadai dan orang-orangnya seperti apa? Bapak harus tegas. Kalau nggak bapak jadi korban nanti," katanya.

Ia mengkritik, selama ini beras raskin dari Perum Bulog kualitasnya sangat buruk, termasuk adanya raskin yang dijual ke pengumpul. Darori mengingatkan Djarot agar melakukan evaluasi internal.

β€Ž"Jadi saya minta tolong bapak perhatikan orang bapak di lapangan. Saya bukan menuduh, tapi ini harus jadi perhatian," katanya.

Anggota Komisi IV Sudin juga mewanti-wanti Dirut Bulog akan mengawasi adanya permainan di lapangan oleh para jajaran oknum Perum Bulog.
Ia mengusulkan harus ada tim yang tepat di bawahnya.

"Permainan di Bulog ini sangat keras. Saya yakin direksi baik tidak punya otak untuk korupsi tapi di lapangan," katanya.

(hen/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads