"Kita pantau terus. Kita masih memantau dari hasil panen. Sampai sekarang masih aman," tegasnya saat ditemui di Gedung Kementerian Perdagangan (Kemendag) Jalan Ridwan Rais Jakarta, Rabu (10/5/2015).
Gobel juga menjelaskan dasar belum dibukanya keran impor bawang merah dan cabai dilakukan atas rekomendasi Kementerian Pertanian (Kementan). Kementan meyakinkan Kemendag bila dalam waktu dekat stok cabai dan bawang merah kembali meningkat seiring dengan masuknya masa panen raya.
"Khusus cabai dan bawang merah Kementan serta asosiasi/pelaku memastikan akan ada pasokan dari potensi panen sehingga diharapkan harga dalam satu minggu ke depan akan turun," katanya.
Bila dilihat dari pasokan bawang merah yang masuk ke Pasar Induk Keramat Jati, Jakarta Timur kemarin (9/6/2015) sebesar 53 ton. Jumlah ini jauh lebih kecil bila dibandingkan pasokan yang masuk pada tanggal 8 Juni 2015 sebesar 66 ton, 7 Juni 2015 66 ton dan tanggal 6 Juni 2015 sebesar 67 ton. Sedangkan untuk harga bawang merah di Pasar Induk Keramat Jati kemarin turun Rp 2.000/kg atau dari Rp 21.000/kg menjadi Rp 19.000/kg.
Sementara itu untuk pasokan cabai termasuk cabai merah keriting, cabai merah besar dan cabai rawit yang masuk pada kemarin di Pasar Induk Keramat Jati sebesar 155 ton. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan pasokan yang datang pada tanggal 8 Juni 2015 sebesar 143 ton, 7 Juni 2015 137 ton dan tanggal 6 Juni 2015 sebesar 108 ton.
Sedangkan untuk harga cabai masih berfluktuasi. Misalnya harga cabai merah keriting turun dari Rp 18.000/kg menjadi Rp 17.000/kg, cabai merah besar naik dari Rp 21.000/kg menjadi Rp 24.000/kg, cabai rawit merah turun dari Rp 13.000/kg menjadi Rp 11.000/kg dan cabai rawit hijau naik dari Rp 7.000/kg menjadi Rp 11.000/kg.
(wij/hen)










































