"Masih bertahan di angka Rp 100.000/kg sejak 5 bulan lalu. Harganya naik awalnya Rp 95.000/kg,"โ ungkap Parjo, salah satu penjual daging sapi di Pasar Sungai Bambu, Jakarta Utara kepada detikFinance, Kamis (11/6/2015).
Parjo mengungkapkan tingginya harga daging sapi disebabkan karena tingginya harga karkas atau daging plus tulang โdari rumah pemotongan hewan (RPH). Harga karkas sudah menembus Rp 77.000/kg atau lebih tinggi dari rata-rata harga normal Rp 70.000-73.000/kg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tingginya harga daging sapi saat ini membuat omzet penjualannya anjlok hingga 50%. Ketika harga daging sapi di kisaran Rp 90.000-95.000/kg, Parjo mampu menjual daging sapi per hari sebanyak 70-80 kg sedangkan saat ini hanya 30-40 kg atau paling bagus 50 kg per hari.
"Omzet turun tajam karena tidak ada yang mau beli," jelasnya.
Ditemui di tempat yang sama, Ujang juga mengatakan tingginya harga daging sapi membuat para pedagang daging sapi di Pasar Sungai Bambu resah. Keresahan diakibatkan karena omzet pedagang turun tajam.
"Kami resah, setiap satu kg daging yang kami jual, kami mendapatkan untung kotor Rp 3.000-5.000," tekannya.
(wij/ang)











































