Curhat Pedagang: Dulu Harga Daging Sapi Cuma Rp 75.000/Kg

Curhat Pedagang: Dulu Harga Daging Sapi Cuma Rp 75.000/Kg

Wiji Nurhayat - detikFinance
Kamis, 11 Jun 2015 10:35 WIB
Curhat Pedagang: Dulu Harga Daging Sapi Cuma Rp 75.000/Kg
Jakarta - Harga daging sapi di beberapa pasar tradisional DKI Jakarta sudah menembus Rp 100.000/kg. Kenaikan harga sudah terjadi sejak 5 bulan lalu dari harga sebelumnya Rp 95.000/kg.

Menurut para pedagang, tingginya harga daging sapi saat ini sudah terjadi sejak awal tahun 2013 lalu. Parjo, pedagang daging sapi di Pasar Sungai Bambu, Jakarta Utara menceritakan β€Ždi awal tahun 2013, harga daging sapi sudah masuk ke angka Rp 90.000-95.000/kg dan susah turun.

"Kami merasakan mulai harga flat dan tidak berubah dari awal tahun 2013. Sebelumnya harga daging sapi hanya Rp 75.000-80.000/kg. Jadi sudah 3 tahun harga daging Rp 95.000/kg," katanya saat ditemui detikFinance, Kamis (11/6/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak saat itu, para pedagang secara perlahan mengurangi jumlah penjualan daging sapi setiap harinya. Padahal saat harga daging sapi Rp 75.β€Ž000-80.000/kg, Parjo mampu menjual daging sapi 150-200 kg per hari.

"Saya masih ingat masa keemasan dulu, sebelum tahun 2013 saya bisa jual daging per hari 150-200 kg. Sekarang cuma 40-50 kg, sedangkan saat harga daging sapi Rp 95.000/kg saya bisa jual 70-80 kg per hari," tuturnya.

Parjo menilai profesi pedagang daging sapi saat ini suram atau tidak memberikan keuntungan yang cukup signifikan. "Sekarang bisa dikatakan pahit bagi nasib para pedagang daging sapi," katanya dengan nada kesal.

Sayangnya, Parjo dan puluhan pedagang daging sapi lainnya memilih bertahan dan tidak bisa beralih profesi. "Kami bertahan saja untuk menghidupi keluarga kami," keluhnya.

Pernyataan yang sama juga disampaikan Ujang. Sama dengan Parjo, Ujang akan tetap bertahan menjadi pedagang daging sapi meski margin keuntungan yang diterimanya sedikit.

"Sebelum tahun 2015, tahun 2013 harga daging sudah di Rp 95.000/kg, sejak saat itu susah turun dan tidak turun-turun. Ya sebenarnya jadi pedagang sapi pahit tetapi mau bagaimana lagi. Inilah profesi kami," tuturnya.

(wij/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads