"Saya heran juga, menurut informasi pemerintah membuka keran impor sapi hidup, tapi harga daging sapi flat di Rp 95.000/kg," ungkap Parjo, pedagang daging sapi di Pasar Sungai Bambu, Jakarta Utara kepada detikFinance, Kamis (11/6/2015).
Ia juga pesimistis harga daging sapi akan turun kembali menjelang puasa dan lebaran tahun ini. Bahkan sebaliknya harga daging sapi diprediksi akan naik Rp 15.000/kg sebelum puasa dan Rp 20.000/kg saat sebelum lebaran.
"Saya pesimis akan turun. Ya alasannya kalau harga rempah-rempah (karkas/daging plus tulang) sudah naik di RPH (Rumah Pemotongan Hewan), harga daging sapi di tingkat eceran juga pasti naik," tuturnya.
Saat ini, harga karkas berkisar antara Rp 77.000-79.000/kg atau lebih tinggi dari rata-rata harga sebelumnya Rp 70.000-73.000/kg. Karena itu, ia juga meminta pemerintah untuk membuat tata niaga perdagingan nasional agar harga daging sapi bisa turun.
"Percuma kan pemerintah membuka keran impor sapi hidup tapi harga di pasar tidak turun-turun," tukasnya.
Menurut catatan detikFinance, total izin pemasukan sapi impor yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) sepanjang 2013 mencapai 409.137 ekor sapi. Sebagai pembanding, pada 2012 sempat ada pemangkasan kuota impor sapi bakalan dari 400.000 ekor menjadi 283.000 ekor.
Kemudian bila dilihat impor sapi hidup selama 2014 meningkat kurang lebih 70% dibandingkan tahun lalu. Pada 2014 realisasi impor sapi hidup mencapai 697.550 ekor sapi.
Sementara di 2015, tepatnya di kuartal I-2015 total izin yang diberikan sebesar 100.000 ekor. Dari jumlah itu, realisasi impor sudah mencapai 97.747 ekor sapi bakalan impor yang sudah masuk ke Indonesia.
Sedangkan di kuartal II-2015, total izin yang diberikan meningkat menjadi 250.000 ekor sapi bakalan dan ada tambahan 29.000 ekor sapi siap potong atau totalnya 279.000 ekor. Cara ini dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan daging sapi saat puasa dan lebaran 2015.
(wij/rrd)











































