TV Hingga Tas Louis Vuitton Cs Bebas Pajak, Menkeu: Agar Daya Beli Naik

TV Hingga Tas Louis Vuitton Cs Bebas Pajak, Menkeu: Agar Daya Beli Naik

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 11 Jun 2015 18:26 WIB
TV Hingga Tas Louis Vuitton Cs Bebas Pajak, Menkeu: Agar Daya Beli Naik
Jakarta - Beberapa produk yang biasanya kena Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) seperti peralatan elektronik, rumah tangga, olahraga, musik dan tas perempuan seperti louis vuitton, hermes, gucci dan lainnya bakal bebas dari PPnBM. Kebijakan penghapusan PPnBM ini untuk meningkatkan daya beli masyarakat di tengah lesunya ekonomi.

Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro optimistis banyak masyarakat Indonesia yang akan membeli barang tersebut karena harganya lebih murah. Sehingga dampaknya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang tengah melambat. Pada triwulan I-2015, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 4,7%.

"Daya beli masyarakat naik berarti ini bisa mendorong ekonomi untuk tumbuh, khususnya dari konsumsi," ungkap Bambang dalam konferensi pers di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Kamis (11/6/2015)

Pada triwulan I-2015, konsumsi rumah tangga hanya tumbuh 5,01%, atau auh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang cenderung tumbuh di atas 5,5%. Hingga konsumsi mampu menjadi penopang utama ekonomi domestik.

"Untuk konsumsi yang penting kami pertahankan. Memang ada penurunan. Meski 5%. Tapi kami berupaya untuk menguatkan konsumsi," jelasnya.

Bambang menambahkan, barang yang akan dibebaskan PPnBM itu adalah kebutuhan masyarakat umum. Seperti TV, kulkas, AC, karpet, mebel, ubin, porselen, karpet, mesin cuci, kamera dan yang lainnya, yang selama ini kena PPnBM. Misalnya tas mewah seperti louis vuitton yang kena PPnBM 40%.

"Siapa yang nggak punya TV? nggak ada kan. Semua punya TV, kulkas, meskipun memang sebagian tidak yang high end," kata Bambang.

Bambang mengatakan, konsumsi merupakan pembentuk kestabilan dari pertumbuhan ekonomi. Terutama ketika terjadinya perlambatan dari sisi investasi dan ekspor.

"Konsumsi itu penting untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi di saat semua sedang melambat," tegasnya.

(mkl/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads