Perum Bulog dan Kementerian Pertanian (Kementan) bekerjasama melakukan distribusi hasil bawang merah asal Brebes. Salah satu caranya dengan membuka lapak atau kios khusus bawang merah dengan harga 'miring' dalam rangka stabilisasi harga di Pasar Induk Kramat Jati.
"Dengan pasar murah di Kramat Jati ini, kan kita potong yang tadinya 4 jalur distribusi jadi 2 atau satu jalur. Otomatis harga berkurang 30 persen," kata Mentan Amran di Lokasi Pelelangan Bawang Luwungragi, Wanasari, Brebes, Jumat (12/6/2015).
Amran mengatakan, cara ini sebagai langkah psikologis agar harga bawang di Pasar Induk Kramat Jati tak lagi dipermainkan pedagang.Saat ini harga bawang di Kramat Jati di atas Rp 30.000/kg, padahal di petani hanya Rp 11.000-15.000/kg.
"Kalau mereka tengkulak lihat kita sama Bulog jual harga normal, mereka nggak akan berani jual mahal," katanya.
Menurutnya perlu langkah nyata dengan menjual langsung bawang merah oleh Perum Bulog di Jakarta, setiap hari akan ada 100 ton bawang merah akan dijual Bulog di Pasar Induk Terbesar di Jabodetabek ini.
"Target 100 ton per hari, kita yang akan buat harga stabil. Besok buka pasar murah di Kramat Jati. Sederhana untuk menurunkan harga. Yang penting implementasi" katanya.
(hen/rrd)











































