Amran ingin melihat proses produksi bawang merah, setelah melihat ada beberapa petani yang sedang berada di lahan bawang merah. Lokasinya di Desa Tegongan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes. Desa Tegongan berada persis dekat gerbang keluar Tol Kanci-Pejagan.
"Lihat mereka kepanasan, menderita sekali ini, kenapa kita harus impor, kalian lihat sendiri bagaimana penderitaan saudara petani kita," kata Amran di depan para media di lokasi dekat pintu keluar gerbang Pintu Tol Kanci-Pejagan, Brebes, Jumat (12/6/2015).
Dalam kesempatan itu, Amran sempat berdialog dengan seorang petani bawang merah, yang dihampirinya. "Panen berapa bulan lagi?" tanya Amran.
"2 bulan lagi Pak menteri," jawab Tarmo sang petani yang dihampiri mentan
Dalam kesempatan itu Amran mencoba meminta tanggapan soal adanya wacana impor bawang, yang sempat digulirkan oleh Kementerian Perdagangan.
"Kalau impor bagaimana bawang?" tanya Amran.
"Nggak boleh impor, kasihan kitanya. Harga sudah jatuh, nanti lebih jatuh lagi sama impor," pinta Tarmo
Amran sepakat dengan ucapan sang petani, menurutnya Indonesia tak perlu impor bawang merah, karena pasokan cukup. "Saya benci bentar-bentar impor," katanya.
Dalam kesempatan tersebut sempat dibahas soal persoalan irigasi, Amran berjanji akan memperbaiki irigasi di kawasan sekitar pintu keluar Tol Pejagan. Petani sempat mengeluh soal irigasi yang tersumbat karena adanya Tol Kanci-Pejagan yang dibangun beberapa tahun lalu.
"Saya kasih bantuan bapak pompa air saja yah, butuh berapa bapak sama semua petani di sini? Saya kasih 2 pompa mau," kata Amran.
(hen/rrd)











































