Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU dan Perumahan Rakyat Achmad Gani Ghazali mengungkapkan adanya kenaikan biaya investasi pembangunan Jalan Tol Cikopo-Palimanan, dari semula sekitar Rp 12,6 triliun menjadi Rp 13,7 triliun, atau naik Rp 1,1 triliun (7,8%).
"Investasi yang ditelan untuk jalan tol ini hampir Rp 13,7 triliun. Awalnya hanya Rp 12,7 triliun," ujar Ghani usai menghadiri peresmian Jalan Tol Cikopo-Palimanan di Pintu Tol Cikopo, Purwakarta, Sabtu (13/6/2015).
Kenaikan investasi ini, disebabkan oleh adanya perubahan rute dalam pelaksanaan pembangunan, karena ada bidang tanah yang tidak bisa dibebaskan sehingga rute tol harus memutar bidang tersebut.
Selain itu, Ghani melanjutkan, ada penambahan investasi untuk membangun infrastruktur tambahan berupa terowongan akses bagi warga untuk melintas melalui bawah jalan tol.
"Ada investasi tambahan untuk membangun perlintasan baru untuk mengakomodir perlintasan warga dan perlintasan air. Sehingga ada peningkatan investasi," katanya.
Hal ini berimbas pada kenaikan tarif yang dikenakan dari semula dalam rencana bisnis sebesar Rp 750/km menjadi Rp 823/km. Artinya, untuk memakai jasa jalan tol sepanjang 116 km ini diperlukan biaya Rp 96.000 dari sebelumnya hanya Rp 87.500.
Ghani pun mengatakan, selama 7 Hari ke depan jalan tol ini dapan dilintasi secara gratis. "Sejak resmi beroperasi nanti malam jam 00.00 WIB (14/6/2015), jalan tol ini akan dioperasikan gratis. Tapi diprioritaskan untuk kendaraan golongan I," katanya..
Seperti diketahui peletakan batu pertama atau ground breaking proyek tol Cikampek-Palimanan mulai dilakukan Kamis (8/12/2011). Namum proses konstruksi secara penuh mulai dilakukan Februari 2013. Pembebasan lahan menjadi persoalan utama proyek ini hingga membutuhan waktu 6 tahun.
(dna/hen)











































