"Kalau kita datang ke pasar induk dengan harga yang murah, akan ada efek psikologis buat para mafia di situ. Mereka supaya laku mau nggak mau harus turunin harga ikutin harga Bulog. Kenapa harga kita antara Rp 17.000 supaya para pedagang nakal ini hilang morilnya," kata Direktur Pengadaan Perum Bulog Wahyu kepada detikFinance, Sabtu (13/6/2015)
Ia mengatakan alasan pedagang di Kramat Jati yang menganggap harga bawang merah OP Bulog Rp 17.000/Kg dianggap mahal, tak beralasan. Menurutnya harga bawang merah di petani Brebes saja sudah mencapai Rp 13.000-14.000/Kg.
"Itu di sana di Brebes harganya Rp 13.000/kg. Malah kita maunya di petani harga Rp 15.000/kg. Makanya ini yang ditakutin sama pedagang di pasar induk, kalau Bulog bisa jual lebih murah. Masa di pasar induk harganya cuma Rp 13.000, kasihan lah petani. Kita tahu lah ada mafia bawang yang kendalikan harga. Makanya kita mau masuk di situ," katanya.
Wahyu mengatakan OP hari ini yang tak direspons positif para pedagang Kramat Jati, bukan hasil yang gagal. Justru menurutnya, meski tak banyak dibeli oleh pedagang, OP hari ini telah membuat efek getar ke pedagang.
"Ini bukan gagal, karena kita secara psikologis sudah bisa turunkan harga. Kita malah mau bikin lapak khusus Bulog di sananya yang sifatnya permanen, bukan sementara," katanya.
Ia menambahkan untuk jangka panjang, Bulog akan menyiapkan sistem pergudangan untuk bawang merah. Sehingga bisa menjadi stok jangka panjang untuk antisipasi pengendalian harga bawang merah yang rentan berfluktuasi.
"Kita akan datang lagi selama harga bawang tinggi. Biar harga turun, kita pergi mereka pasti naikin lagi, hari ini kita datang kan sudah berhasil bikin harga turun. Itu mafianya," katanya.
Wahyu memastikan tak lakunya OP bawang merah Bulog di Pasar Kramat Jati hari ini sebagai bukti bahwa mafia ada di Pasar Kramat Jati. Padahal harga bawang merah yang dijual Bulog sudah cukup bersaing yaitu Rp 17.000/kg, karena di petani harganya sudah capai Rp 13.000-14.000/kg.
"Kalau memang nggak ada yang beli memang mafia yang mainin. Sengaja nggak beli ke Bulog agar dipikirnya supaya Bulog kapok nggak operasi lagi," katanya.
(hen/hen)











































