Sekretaris Perusahaan PT Adhi Karya (Persero) Ki Syahgolang Permata mengungkapkan LRT Jabodetabek akan dibangun melayang. Bahkan bila diukur, jalur LRT akan memiliki ketinggian hingga 12 meter dari permukaan tanah.
Di samping itu, jalur dan stasiun LRT akan menggunakan jalur tepi jalan tol yang telah mendapatkan izin prinsip dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat nomor TN.13.03 - Mn/408 tanggal 19 Mei 2015.
"Moda ini dibangun elevated (melayang) dengan ketinggian antara 9-12 meter di atas permukaan tanah," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima detikFinance, Minggu (14/6/2015).
Ia menjelaskan, proyek pengerjaan LRT menggunakan system konstruksi precast. Precast sendiri akan diproduksi oleh anak perusahaan PT Adhi Karya yaitu PT Adhi Persada Beton (APB).
"Elevated System tersebut tidak mengganggu ketentuan ruang terbuka hijau dengan tetap berfungsi sebagai ruang hijau (bertanaman)," tambahnya.
Pembangunan LRT tahap I akan menghubungkan Bekasi Timur- Cawang–Kuningan–Dukuh Atas, Cibubur-Cawang. Sedangkan pembangunan tahap II menghubungkan jalur Cibubur–Bogor, Dukuh Atas–Palmerah–Senayan dan tahap III jalur Palmerah-Grogol.
Sementara itu detail design pembangunan di tahap I sedang dilaksanakan dan diharapkan selesai pada akhir Juli 2015 dan proses financial diharapkan tuntas pada minggu pertama bulan Agustus 2015. Adapun untuk tahap II dan III akan diselesaikan baik dari segi detail design, financial pada September 2015.
"Dalam rangka turut serta mempercepat penyediaan infrastruktur transportasi publik di Jabodetabek, Adhi merealisasikan ide transportasi publik berbasis rel berupa LRT dengan konsep TOD (Transit Oriented Development) yaitu penyediaan transportasi LRT dengan pengembangan wilayah urban berupa property development sekaligus sebagai pemecahan masalah kemacetan lalu lintas ibu kota," jelasnya.
(wij/hen)










































