Adhi Karya sudah menyiapkan investasi besar untuk membangun proyek ini. Salah satunya adalah siap menggelontorkan dana segar hingga Rp 2,7 triliun.
Sekretaris Perusahaan PT Adhi Karya (Persero) Ki Syahgolang Permata mengungkapkan dana tersebut didapat dari PMN atau Penyertaan Modal Negara ke Adhi Karya sebesar Rp 1,4 triliun di 2015 dan penambahan modal dari publik sebesar Rp 1,345 triliun.
"Sehingga perseroan akan mendapatkan tambahan modal seluruhnya sebesar Rp 2,745 triliun," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima detikFinance, Minggu (14/6/2015).
Ia mengatakan penambahan modal dari publik akan dilakukan melalui rights issue. Ia menegaskan seluruh dana tambahan tersebut akan digelontorkan untuk membangun LRT.
"Dana tambahan tersebut sesuai rencananya akan digunakan untuk mendukung program pemerintah dalam mengatasi kemacetan lalu lintas khususnya di DKI Jakarta dan daerah-daerah penyangganya. Untuk hal tersebut, ADHI akan mendapatkan penugasan dari Pemerintah melalui penerbitan Peraturan Presiden yang saat ini sudah tahap akhir penyelesaian dan akan segera diterbitkan," tuturnya.
Untuk tahap I pembangunan LRT yang menghubungkan Bekasi Timur-Cawang–Kuningan–Dukuh Atas, Cibubur-Cawang, ia menghitung total investasi yang diperlukan adalah Rp 12,56 triliun. Rinciannya ekuitas tahap I memerlukan Rp 3,77 triliun (30% dari porsi pembangunan), direncanakan dari rights issue 2015 Rp 2,09 triliun dan sisanya sebesar Rp 1,68 triliun akan didanai dari sebagian pengajuan PMN 2016 dan/atau dengan partner BUMN lain.
"Progres saat ini perizinan sedang dalam proses baik oleh Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPERA maupun Pemda sebagaimana diamanahkan dalam Perpres. Diharapkan konstruksi dapat dilakukan mulai tanggal 17 Agustus 2015," ujarnya.
(wij/hen)











































