Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terus memantau perkembangan 100 proyek investasi yang sedang berguliir. Dari 100 proyek yang nilainya Rp 219 triliun, ada 8 perusahaan yang sudah ditinjau ke lapangan oleh Kepala BKPM Franky Sibarani melalui program road show-nya.
Tujuan dari road show ini untuk mencari tahu permasalahan dan hambatan realisasi investasi, termasuk mencarikan jalan keluarnya. Investasi-investasi ini sangat potensial dan strategis terkait serapan tenaga kerja dan menekan impor.
Dari 8 sampel tersebut yaitu mencakup investasi senilai Rp 50,7 triliun, yang mencakup proyek-proyek di Jawa Tengah (Jateng), termasuk di Banten, bidang tekstil, semen, karet, petrokimia, dan lainnya.
"Kalau proyek ini selesai semua 100 proyek, akan ada ekspor produk mencapai US$ 800 juta/tahun. Pengurangan impor karena produk-produk substitusi yang nilainya mencapai US$ 810 juta/tahun," kata Franky dalam acara konferensi Pers di kantornya, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (15/6/2015).
Ia mengatakan, bila proyek investasi ini rampung, maka tenaga kerja yang terserap bisa mencapai 10.000 orang. Proyek itu termasuk di bidang pembangunan tenaga listrik, proyek pembangkit listrik, dan lainnya.
Franky mengatakan, 100 perusahaan sudah realisasi investasi hingga kuartal I-2015 mencapai Rp 80,7 triliun. Rincian investasi berdasarkan sektor sebagai berikut:
- Industri, 64 proyek, realisasi Rp 39,35 triliun.
- Pembangkit listrik, 14 proyek, realisasi Rp 18,27 triliun.
- Perkebunan, 6 proyek, realisasi Rp 8,79 triliun.
- Jasa Pertambangan, 1 proyek, realisasi Rp 6,57 triliun.
- Transportasi, 3 proyek, realisasi Rp 5,25 triliun.
- Pariwisata, 11 proyek, realisasi Rp 2,302 triliun.
- Peternakan, 1 proyek, realisasi Rp 1,46 triliun.










































