Ini Cara Menteri Susi Bantu Pasok Ikan Saat Puasa dan Lebaran

Ini Cara Menteri Susi Bantu Pasok Ikan Saat Puasa dan Lebaran

Wiji Nurhayat - detikFinance
Senin, 15 Jun 2015 17:10 WIB
Ini Cara Menteri Susi Bantu Pasok Ikan Saat Puasa dan Lebaran
Jakarta - Menteri Kelautan dan β€ŽPerikanan Susi Pudjiastuti memastikan stok ikan selama bulan puasa hingga lebaran tahun 2015 aman. Beberapa sentra perikanan budidaya dan tangkap mengalami surplus sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

"Persiapan puasa, stok ikan? Ikan yang landing banyak sekali. Di Bali banyak, Pantai Selatan Jawa ikan lumayan banyak. Sangat aman saya rasa," kata Susi saat ditemui di Gedung DPR Senayan Jakarta, Senin (15/6/2015).

Bahkan bila stok ikan kurang, Susi sudah menyiapkan strategi khusus. Caranya adalah menggelontorkan ikan-ikan hasil sitaan negara dari kegiatan illegal fishing yang saat ini ada di lemari berpendingin (cold storage) khususnya di Papua dan Maluku.

"Di Benjina dan Papua cold storage dan kapal yang terindikasi illegal fishing ada stok 20.000 ton. Bila itu diperlukan kita akan keluarkan untuk membantu suplai di pasar. Ikannya sudah segar-segar," tambah Susi.

Sementara itu, Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Saut P Hutagalung juga mengatakan hal yang sama. Menurut Saut,β€Ž dalam kondisi normal perkiraan kebutuhan ikan nasional per hari sebesar 26.000 ton. Selama puasa, kebutuhan ikan per hari diperkirakan meningkat menjadi sebesar 31.000 ton per hari atau meningkat sekitar 20%.

"Peningkatan kebutuhan ikan selama puasa biasanya mulai terjadi setelah 1 minggu memasuki bulan puasa hingga menjelang lebaran," katanya.

Selain itu peningkatan permintaan ikan juga biasanya akan terjadi hingga 1 minggu setelah lebaran. Selama puasa hingga H+7 lebaran, total kebutuhan ikan nasional diperkirakan sebesar 1,18 juta ton. Sementara itu diprediksi ketersediaan ikan nasional selama puasa hingga H+7 sebesar 1,25 juta ton.

Untuk wilayah Jakarta, dalam kondisi normal perkiraan kebutuhan ikan per hari mencapai 650 ton. Selama puasa peningkatan relatif kecil karena banyak warga Jakarta yang mudik. Sebaliknya warga yang tidak ke luar kota, umumnya makan di luar rumah. Kebutuhan ikan per hari diperkirakan meningkat menjadi sebesar 683 ton per hari.

Untuk memenuhi kebutuhan ikan di Jakarta, pasokan utama berasal dari Muara Angke dan Muara Baru yang dibawa dari berbagai pelabuhan perikanan di luar Jakarta dan Sumatera.

Saut memprediksi, pasokan ikan dari Muara Baru sebesar 348 ton/hari dan dari Muara Angke sebesar 100-200 ton/hari. Sisanya dipenuhi dari ikan air tawar yang berasal dari daerah lain terutama dari Waduk Cirata, Waduk Jatiluhur dan Waduk Saguling dan kolam-kolam budidaya di Jawa Tengah.

Beberapa daerah pemasok ikan utama ke Jakarta terutama daerah Pantura seperti Bandeng yang juga berasal dari Makassar dengan jumlah pasokan sekitar 2-3 ton per minggu, Kebutuhan udang di Jakarta selama puasa sampai dengan lebaran diperkirakan sekitar 50 ton/hari dan dipenuhi dari Lampung dan Pantura.

Pasokan dari waduk Cirata sekitar 200-300 ton per hari dengan jenis ikan Mas, Nila Merah, Nila Hitam, Lele, gurami, bawal dan lain-lain. Sementara itu, pasokan ikan air tawar dari Waduk Jatiluhur ke wilayah Jabodetabek adalah sekitar 150-200 ton/hari dimana 45% nya masuk ke Jakarta (sekitar 45-70 ton per hari). Ikan budidaya seperti gurame dan nila banyak keluar dari Banyumas Jawa Tengah.

Guna memenuhi kebutuhan ikan selama bulan puasa sampai dengan H+7, di Muara Baru saat ini stok yang ada di Cold storage mencapai 10.000 ton yang tersimpan di 50 unit cold storage yang ada di Muara Baru umumnya ikan layang, tongkol dan cakalang sehingga pasokannya cukup berlimpah sehingga harga di tingkat produsen sedikit mengalami penurunan.

"Sedangkan kondisi stok ikan di Muara Angke saat ini terisi 600 ton ikan yang berasal dari 20 cold storage. Stok menjelang puasa dan lebaran pada umumnya aman dan harga masih cukup stabil," jelasnya.

(wij/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads