Seorang konsumen produk fesyen bermerek Lisa Daryono mengatakan, dirinya kerap berbelanja pakaian khususnya tas ke luar negeri karena banyak pilihan. Sedangkan di Indonesia, seperti Jakarta, pilihan modelnya masih sangat terbatas.
"Barangnya yang di luar itu lebih banyak variasinya. Barang fesyen baju, tas atau sepatu, di Indonesia banyak yang ketinggalan," kata Lisa yang juga seorang Fashion Designer saat dihubungi detikFinance, Senin (15/6/2015).
Ia menjelaskan, tak hanya dari model, pilihan warna dan ukuran di luar negeri yang lebih lengkap dan variatif pun terkadang menjadi โalasan para sosialita atau orang kaya berbelanja pakaian mewah ke luar negeri.
โ"Kalau sepatu di luar ada 10 warna, kalau di kita kadang hanya ada warna dasar seperti hitam atau putih, jadi cuma sedikit. Di luar variasinya banyak," kata wanita yang mengoleksi belasan tas bermerek ini.
Lisa yang sangat menyukai tas bermerek Louis Vuitton dan Hermes ini, alasan lain dirinya belanja ke luar negeri adalah karena ingin sekalian jalan-jalan.
"Bisa sambil jalan-jalan juga kalau ke luar," tuturnya.
Ia mengaku, setelah pemerintah membebaskan pajak barang mewah untuk jenis produk-produk ini, dirinya akan berbelanja di dalam negeri karena selain lebih dekat, juga harganya akan lebih bersaing.
(zul/hen)











































