Lapor Program Swasembada, Mentan: Keluhan Distribusi Pupuk Berkurang

Lapor Program Swasembada, Mentan: Keluhan Distribusi Pupuk Berkurang

Lani Pujiastuti - detikFinance
Selasa, 16 Jun 2015 12:50 WIB
Lapor Program Swasembada, Mentan: Keluhan Distribusi Pupuk Berkurang
Jakarta - Hari ini berlangsung rapat koordinasi perkembangan produksi dan serapan gabah/beras 2015 di Auditorium Kementerian Pertanian (Kementan) yang melibatkan lintas kementerian dan lembaga.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman melaporkan perkembangan program swasembada kepada pihak kementerian/lembaga yang hadir, termasuk soal berkurangnya keluhan distribusi pupuk di petani.

Hadir dalam acara ini antara lain Menteri Koperasi dan UKM AAG Puspayoga, Aster Kasad TNI AD Mayjen Kustanto, Dirut Perum Bulog Djarot Kusumayakti, perwakilan Bulog di seluruh divre di Indonesia, Babinsa, Perwakilan koperasi seluruh Indonesia dan lainnya.

"Hari ini saya laporkan perjalanan UPSUS pajale (Upaya Khusus Pencapaian Swasembada padi jagung kedelai) selama 7 bulan sejak Oktober 2014. Kementan lakukan langkah konkret, akselerasi percepatan capaian UPSUS Pajale," kata Amran di kantornya, Selasa (16/6/2015)

Di hadapan para TNI dan koperasi, Amran melaporkan sampai hari ini telah dilakukan perbaikan jaringan irigasi tersier untuk 1,3 juta hektar dari target 1 juta hektar.

"Artinya pada hari ini, target terlampaui. Capaian ini berkat kerjasama kita semua. Salam hormat saya untuk Babinsa se-Indonesia," kata Amran.

Selain itu, kementeriannya mendistribusikan alat mesin pertanian (alsintan) sebanyak 30.000 unit alsintan. Tahun sebelumnya, hanya 2.000-3.000 unit yang dibagikan.

"Capaian ini luar biasa," katanya.

Amran juga melaporkan soal capaian sistem distribusi pupuk ke petani sudah ada perbaikan meski belum sempurna. Selama ini distribusinya masih terlambat, dengan sistem penunjukan langsung perusahaan pengadaan pupuk, proses distribusi mengalami perbaikan,

Ia juga mencatat, dengan proses pengawasan yang ketat, adanya penyimpangan berupa oknum pengoplosan pupuk bida diatasi dengan baik. Dalam beberapa bulan ada 30-40 orang yang terseret kasus hukum.

"Keluhan soal pupuk biasanya dari petani mencapai 10-20 orang sehari. Sekarang per minggu tinggal 1-2 orang," katanya.

(hen/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads