Hadapi Puasa dan Lebaran, Bulog Ditugasi Impor 1.000 Ton Daging Beku

Hadapi Puasa dan Lebaran, Bulog Ditugasi Impor 1.000 Ton Daging Beku

Wiji Nurhayat - detikFinance
Selasa, 16 Jun 2015 13:00 WIB
Hadapi Puasa dan Lebaran, Bulog Ditugasi Impor 1.000 Ton Daging Beku
Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memberikan penugasan impor daging sapi beku dengan jenis secondary cut kepada Perum Bulog. Jumlahnya mencapai 1.000 ton. Penugasan tersebut atas perintah langsung Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel.

"‎Atas perintah Pak Menteri, kita berikan izin impor 1.000 ton secondary cut untuk Bulog‎," ungkap Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Kemendag Partogi Pangaribuan, saat ditemui di Gedung Kemendag, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Selasa (16/6/2015).

Partogi mengatakan, pemberian izin impor daging beku kepada Perum Bulog hanya berlaku sementara. Izin impor kepada Bulog dikeluarkan awal Juni ini dan berlaku hingga 31 Agustus 2015.

"Izinnya keluar minggu lalu sampai 31 Agustus 2015. Jadi memang sementara," tambahnya.

Dengan cara ini, Kemendag berharap dapat membantu masyarakat memberikan daging murah yang dijual di pasar tradisional. Partogi juga mengingatkan agar Bulog tidak menjual harga daging dengan level cukup tinggi.

"Secondary cut itu biasa diatur dalam aturan Permendag No. 41/2015, diperbolehkan badan usaha itu mengimpor di saat kondisi tertentu untuk puasa, lebaran dan natalan. Ini kan penugasan dan tidak setiap saat. Kalau importir umum sifatnya dagang dan tidak memikirkan hal yang lain. Kita harus jaga peternak sapi," tuturnya.

Kemudian di sisi yang lain, Kemendag juga mengeluarkan izin impor sapi bakalan dan sapi siap potong di kuartal II-2015 masing-masing jumlahnya 250.000 ekor dan 29.000 ekor. Dari total itu, hingga kini realisasi yang sudah dilakukan importir baru mencapai 150.000 ekor sapi bakalan.

"Yang pasti dia (Bulog) jual ke pasar konsumsi. Tujuannya sementara saja. Untuk mendapatkan harga yang baik dan tidak gunjang-ganjing. Dijual agar terjangkau konsumen‎," jelasnya.

(wij/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads