Pada Selasa 9 Juni 2015, dalam rapat terbatas (ratas) di Istana Negara diputuskan opsi impor cabai dan bawang merah.
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan sempat terpukul dengan keputusan tersebut. Ia mencoba meyakinkan dengan terus turun ke lapangan mengecek realisasi produksi bawang merah di sentra-sentra produksi.
"Minggu lalu, dalam rapat terbatas diputuskan impor bawang dan cabai. Dalam hati kecil saya, bawang cukup. Saya tanyakan dengan dirjen hortikultura, bilang cukup bawang merah Pak. Berat sekali untuk keluarkan rekomendasi (rekomendasi impor ke kementerian perdagangan)," di kantor Kementan, Selasa (16/6/2015)
Namun Amran memutuskan untuk melihat lebih detil ke lapangan untuk memastikan produksi bawang cukup dari pasokan dalam negeri.
"Justru keputusan kita lihat kondisi di sentra bawang. Memang betul cukup, kita tidak jadi impor. Ternyata bawang Brebes cukup untuk suplai 60% dari kebutuhan bulan ini," katanya.
Ia mengatakan ketahanan pangan adalah ketahanan negara. Bila kebutuhan pangan selalu dipasok dari impor, maka berdampak pada ketahanan negara.
"Negara besar kita ini, masa impor-impor terus. Harga naik 1%, naik 5% impor. Impor itu sama saja dengan memperkaya petani negara lain. Biarkan harga naik sedikit, anggap itu THR buat petani," katanya.
(hen/rrd)











































