Harga Bawang dari Petani ke Konsumen Naik 400%, Mentan: Itu Bukan Mafia

Harga Bawang dari Petani ke Konsumen Naik 400%, Mentan: Itu Bukan Mafia

Lani Pujiastuti - detikFinance
Selasa, 16 Jun 2015 14:40 WIB
Harga Bawang dari Petani ke Konsumen Naik 400%, Mentan: Itu Bukan Mafia
Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengakui rantai pasok bawang merah dari petani ke konsumen cukup panjang. Hal ini lah yang membuat harga bawang di petani hingga ke tangan konsumen ada selisih hingga 400%.

Namun Amran menegaskan bahwa selisih harga yang tinggi tersebut bukan karena permainan mafia, namun karena struktur pasar yang rantai distribusinya sangat panjang hingga 7 pihak.

"Bawang merah yang bikin mahal itu karena rantai pasokan ada 7 rantai. Wajar bisa marjinnya dari petani ke pedagang pengecer 100%-200%. Harga di petani hanya Rp 6.800-9.000/kg. Di konsumen bisa sampai Rp 40.000, bayangkan marjin 400%. Bukan mafia, tapi itu pedagang yang harus diajak bicara," tegas Amran di acara rakor di Kementan, Selasa (16/6/2015).

Menurutnya selain rantai yang panjang, persoalan perdagangan bawang merah dan komoditas lainnya tak efisien karena adanya praktik umum tengkulak.

"Kebanyakan petani kita terjebak ijon, sudah hijau sudah dibeli dengan harga rendah," katanya.

(hen/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads