Namun Amran menegaskan bahwa selisih harga yang tinggi tersebut bukan karena permainan mafia, namun karena struktur pasar yang rantai distribusinya sangat panjang hingga 7 pihak.
"Bawang merah yang bikin mahal itu karena rantai pasokan ada 7 rantai. Wajar bisa marjinnya dari petani ke pedagang pengecer 100%-200%. Harga di petani hanya Rp 6.800-9.000/kg. Di konsumen bisa sampai Rp 40.000, bayangkan marjin 400%. Bukan mafia, tapi itu pedagang yang harus diajak bicara," tegas Amran di acara rakor di Kementan, Selasa (16/6/2015).
Menurutnya selain rantai yang panjang, persoalan perdagangan bawang merah dan komoditas lainnya tak efisien karena adanya praktik umum tengkulak.
"Kebanyakan petani kita terjebak ijon, sudah hijau sudah dibeli dengan harga rendah," katanya.
(hen/rrd)











































