Para Menteri Kumpul Bahas Ancaman Panas Ekstrem

Para Menteri Kumpul Bahas Ancaman Panas Ekstrem

Wiji Nurhayat - detikFinance
Rabu, 17 Jun 2015 12:12 WIB
Para Menteri Kumpul Bahas Ancaman Panas Ekstrem
Jakarta - Hari ini, sejumlah Menteri Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi)‎ mendatangi Gedung Manggala Wanabakti, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta.

Para menteri tersebut akan membicarakan masalah ancaman cuaca panas ekstrem atau el nino yang akan berdampak pada beberapa sektor strategis di Indonesia seperti kelautan hingga pertanian.

"‎Nanti kita bicara soal iklim. Sekarang ini kita harus sudah menyesuaikan pola hidup dan ritme kerja kita dengan iklim," ungkap ‎Menteri Agraria dan Tata Ruang ‎Ferry Mursyidan Baldan saat ditemui di lokasi, Rabu (17/6/2015).

Ferry sudah mengantisipasi dampak adanya el nino di Indonesia. Ia memprediksi el nino akan membuat sebagian wilayah lain di Indonesia kering dan sebagian wilayah lain akan terjadi hujan yang cukup deras. Khusus untuk wilayah yang memiliki curah hujan tinggi dan rawan longsor, Ferry sudah menyiapkan langkah antisipasi.

"‎Kami juga mengundang BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) untuk melihat Jawa di bagian selatan karena potensi longsor ada. Tugas kami menyiapkan lahan relokasi untuk tempat hidup mereka. Mereka tetap bersawah dan bercocok tanam tidak apa-apa tetapi mereka tidak boleh tinggal karena potensi cukup tinggi‎," paparnya.

Sementara itu ‎Deputi bidang Meteorologi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Yunus Soebagyo‎ juga mengutarakan hal yang. Fokus pembicaraan akan diarahkan mengenai dampak el nino khususnya di bidang pertanian dan perikanan.

BMKG mencatat, el nino yang akan terjadi bersifat lemah hingga moderat dan akan terjadi di Indonesia pada bulan Juni hingga Oktober 2015. "Kita akan fokus membicarakan soal el nino," tukasnya.

Selain ‎Menteri Agraria dan Tata Ruang ‎Ferry Mursyidan Baldan, rapat hari ini juga akan dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri ESDM Sudirman Said, hingga Menteri kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya.

(wij/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads