Selain daya beli masyarakat yang turun, tinggi nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah juga memberi sentimen tambahan.
Salah satu perdagangan elektronik bernama Ari mengatakan, tingginya dolar AS membuat beberapa produk elektronik naik harga, misalnya laptop dan kamera digital. Dalam satu bulan terakhir ia mengalami penurunan omzet hingga 30%.
"Kalau penurunan dibanding bulan lalu ada sekitar 30% dari sisi omzet. Yang beli semakin jarang. Mungkin mau puasa juga, bulan lalu kan masih lumayan penjualannya" katanya ditemui detikFinance di tokonya, Rabu (17/6/2015).
Ari mengatakan, harga jual laptop di tokonya rata-rata Rp 100.000 sampai Rp 300.000 per produk. Kenaikannya berbeda tergantung dari merek laptop itu sendiri.
"Dolar naik yang kena cukup tinggi pasti laptop sama komputer. Ada naik Rp 100.000 sampai Rp 300.000 kalau untuk laptop, sementara barang-barang elektronik lainnya stabil. Orang jadi nahan dulu buat belanja elektronik," kata Ari.
Senada dengan Ari, pedagang elektronik lainnya di pasar yang sama, bernama Ulin, juga menyatakan ada penurunan pembeli dari naiknya sejumlah barang elektronik impor.
"Turunnya sampai 40% minggu-minggu ini. Selain harga naik ikutin dolar, kan kondisinya juga lagi sulit, orang jadi malas beli elektronik," kata Ulin.
Namun demikian, ada juga beberapa produk elektronik yang turun, contohnya di sini.
(ang/ang)











































