Foxconn selama ini memproduksi komponen elektronika untuk iPhone, iPad dan lainnya di China dan negara lainnya.
"Saya dengar mau datang, tapi itu baru kabarnya saja," ucap seorang sumber di Kementerian Perindustrian, Rabu (17/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foxconn pernah berunding dengan pemerintah pusat untuk diberikan insentif berupa lahan gratis, karena di China, Foxconn mendapatkan insentif tersebut dari pemerintah setempat. Pemerintah juga pernah menjembatani kerjasama Foxconn dengan mitra lokal, salah satunya adalah Agung Sedayu Group
Perundingan mengenai penyediaaan lahan itu tak juga selesai hingga saat ini. Ada juga kabar yang menyebut Foxconn bakal membuka lahan di Cikande, hingga bekerjasama dengan Kawasan Berikat Nusantara, namun lagi-lagi tak terdengar lagi.
Foxconn juga sempat bekerjasama dengan Pemerintah DKI Jakarta. Kala itu, Joko Widodo yang masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta sebelum menjadi Presiden Republik Indonesia, sempat mencarikan lahan untuk Foxconn.
Selain itu, Foxconn telah sepakat dengan BlackBerry (RIM) asal Kanada bekerjasama memproduksi telepon seluler pintar (ponsel) di Indonesia. Setelah keduanya mencapai kesepakatan, telepon seluler BlackBerry akan mulai didesain untuk pasar Indonesia.
Pada waktu itu, BlackBerry menyebutkan bahwa Foxconn akan membantu untuk mendesain perangkat keras (hardware) ponsel tersebut selama 5 tahun, sesuai dengan kesepakatan. Sedangkan BlackBerry sendiri akan tetap fokus pada pengembangan perangkat lunaknya.
Kabar ini seakan menjadi energi baru bagi perkembangan industri ponsel di Indonesia. Kemarin, Samsung telah menyelesaikan pembangunan lini produksi di pabrik mereka di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat senilai Rp 260 miliar, dengan kapasitas produksi 1 juta unit/tahun.
Jadi kita tunggu saja realisasinya.
(zul/hen)











































