Kemarau Panjang Bakal Landa RI, Ini Dampaknya ke Sektor Pertanian

Kemarau Panjang Bakal Landa RI, Ini Dampaknya ke Sektor Pertanian

Wiji Nurhayat - detikFinance
Rabu, 17 Jun 2015 15:05 WIB
Kemarau Panjang Bakal Landa RI, Ini Dampaknya ke Sektor Pertanian
Jakarta - Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) mendata ‎perkembangan El Nino atau gelombang panas dalam waktu lama akan terjadi di Indonesia.

Di awal Juni 2015 menunjukkan kondisi El Nino lemah dan kondisi ini diperkirakan akan meningkat menjadi moderat di Juli 2015, berlangsung sampai November 2015‎.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Yunus Subagyo Swarinoto mengatakan fenomena El Nino harus segera menjadi perhatian pemerintah khususnya Kementerian Pertanian (Kementan). Yunus mengungkapkan El Nino akan berdampak pada mundurnya masa tanam padi sehingga panen diprediksi akan terganggu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"‎Bisa memicu mundurnya masa tanam karena bisa lebih panjang musim panasnya. ‎El Nino sendiri dari awal bulan Juni sampai November 2015. Seberapa kuat? Awal bulan depan kita update‎ lagi," katanya saat ditemui di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Rabu (17/6/2015).

Ia menambahkan kondisi El Nino yang perlu diperhatikan khususnya di selatan Indonesia. Yunus menyebut beberapa sentra produksi padi akan terkena imbas dari dampak yang dihasilkan El Nino seperti kekeringan yang berkepanjangan.

BMKG mencatat, beberapa daerah yang diprediksi akan terkena dampak El Nino adalah Sumatera Selatan, Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan hingga Sulawesi Tenggara. Daerah-daerah tersebut juga termasuk lumbung padi nasional.

"‎Terutama di selatan khatulistiwa seperti Indramayu, Jawa Tengah, Jawa Barat‎," tambahnya.

Ia merekomendasi kementan segera melakukan perhitungan terhadap potensi panen dan stok padi yang sa‎at ini. BMKG juga menghimbau agar kementan menerapkan strategi lain seperti perubahan pola cocok tanam.

"‎Kemarau lebih lama, jadi harus diantisipasi terutama di sektor pertanian. Jadi harus sudah mulai menghitung, apakah perlu impor tidak‎," katanya.



(wij/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads