Di awal Juni 2015 menunjukkan kondisi El Nino lemah dan kondisi ini diperkirakan akan meningkat menjadi moderat di Juli 2015, berlangsung sampai November 2015.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Yunus Subagyo Swarinoto mengatakan fenomena El Nino harus segera menjadi perhatian pemerintah khususnya Kementerian Pertanian (Kementan). Yunus mengungkapkan El Nino akan berdampak pada mundurnya masa tanam padi sehingga panen diprediksi akan terganggu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan kondisi El Nino yang perlu diperhatikan khususnya di selatan Indonesia. Yunus menyebut beberapa sentra produksi padi akan terkena imbas dari dampak yang dihasilkan El Nino seperti kekeringan yang berkepanjangan.
BMKG mencatat, beberapa daerah yang diprediksi akan terkena dampak El Nino adalah Sumatera Selatan, Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan hingga Sulawesi Tenggara. Daerah-daerah tersebut juga termasuk lumbung padi nasional.
"Terutama di selatan khatulistiwa seperti Indramayu, Jawa Tengah, Jawa Barat," tambahnya.
Ia merekomendasi kementan segera melakukan perhitungan terhadap potensi panen dan stok padi yang saat ini. BMKG juga menghimbau agar kementan menerapkan strategi lain seperti perubahan pola cocok tanam.
"Kemarau lebih lama, jadi harus diantisipasi terutama di sektor pertanian. Jadi harus sudah mulai menghitung, apakah perlu impor tidak," katanya.
(wij/hen)











































