"Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 58,1% ruas jalan atau 828 km dari 1.424 km (jalur pantura) belum dilengkapi drainase," ujar Anggota IV BPK Rizal Djalil saat memaparkan hasil audit anggaran Pantura, di kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (17/6/2015).
β
Selain masalah drainase, ternyata ada lagi penyebab utama yang ikut memicu buruknya kualitas dan daya tahan jalan pantura. Masalah volume lalu lintas dan beban kendaraan yang berlebih membuat jalur tersibuk di Indonesia ini kerap rusak parah.
"Menurut data Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, lalu lintas rata-rata pantura sebanyak 26.000 (kendaraan per hari). Ini sudah 2 kali lipat dari daya tampung seharusnya," ujar Rizal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain tinggi lalu lintasnya, hampir seluruh kendaraan yang lewat itu overload (kelebihan muatan). Menurut jembatan timbang kelebihan muatannya sampai 50%-60%," tuturnya.
Sayang pekerjaan perbaikan tidak bisa dilakukan secara intensif.
"Artinya pekerjaan perbaikan jalan tidak bisa dilakukan terus menerus 24 dengan menutup jalan. Karena kalau itu terjadi, akan terjadi kemacetan luar biasa di luar batas toleransi," katanya.
Dengan kondisi tersebut, sambungnya, alternatif tercepat untuk mengatasi permasalahan Pantura adalah dengan mengalihkan arus kendaraan dan muatan.
"Tidak ada pilihan selain melakukan percepatan penyelesaian jalan tol sebagai alternatif agar Pantura bisa diperbaiki lebih cepat," katanya.
β
(dna/hen)











































