Menteri PU Angkat Bicara Soal Jalan Pantura yang Sering Cepat Rusak

Menteri PU Angkat Bicara Soal Jalan Pantura yang Sering Cepat Rusak

Dana Aditiasari - detikFinance
Rabu, 17 Jun 2015 17:35 WIB
Menteri PU Angkat Bicara Soal Jalan Pantura yang Sering Cepat Rusak
Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mencatat ‎828 Km atau 58,1% jalan Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa tidak dilengkapi dengan drainase sehingga jalan sering cepat rusak. Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono angkat bicara dan menjelaskan masalah tak adanya drainase.

Menurut Basuki, para perusahaan kontraktor pembangunan konstruksi jalan seringkali melewatkan pengerjaan pembangunan saluran drainase. Penyebabnya, karena kontraktor mengaggap bobot penilaian penyelesaian kerja drainase tidak memberi kontribusi signifikan pada pekerjaan jalan secara keseluruhan.

"Jadi gini kondisinya. Dalam sebuah pekerjaan konstriksi jalan, pembangunan drainase itu bo‎botnya sangat kecil. Karena bobotnya sangat kecil," ujar Basuki ditemui di Kantornya, Rabu (17/6/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mencontohkan ada kontrak pembangunan jalan 10 km dengan nilai kontrak Rp 100 miliar. Dana sebesar Rp 100 miliar tersebut digunakan untuk membangun jalan sepanjang 10 km lengkap dengan seluruh kelengkapannya seperti bahu jalan, pembatas jalan, penerangan, dan saluran drainase.

"Tapi drainase itu Bobotnya sangat kecil sehingga kontraktor sering dilewati saja karena mereka mengejar target waktu dalam kontrak. Mereka lebih memilih mengembalikan uang senilai pembangunan drainase itu ke pemerintah atau menggantinya ke pembangunan jalan jadi lebih panjang," jelas basuki.

Sebagai solusi dari kondisi tersebut, Menteri Basuki mencanangnkan mulai 2016 mendatang pihaknya akan melakukan program pembangunan drainase secara nasional untuk seluruh jalan nasional yang ada di tanah air.

"Kita sedang persiapkan perhitungannya berapa panjang jalan nasional yang kita punya, berapa yang belum memiliki saluran drainase, berapa yang sudah punya tapi kondisinya perlu perbaikan. Baru kita hitung berapa anggaran yang dibutuhkan‎," katanya.

(dna/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads