Menurut Basuki, para perusahaan kontraktor pembangunan konstruksi jalan seringkali melewatkan pengerjaan pembangunan saluran drainase. Penyebabnya, karena kontraktor mengaggap bobot penilaian penyelesaian kerja drainase tidak memberi kontribusi signifikan pada pekerjaan jalan secara keseluruhan.
"Jadi gini kondisinya. Dalam sebuah pekerjaan konstriksi jalan, pembangunan drainase itu bobotnya sangat kecil. Karena bobotnya sangat kecil," ujar Basuki ditemui di Kantornya, Rabu (17/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi drainase itu Bobotnya sangat kecil sehingga kontraktor sering dilewati saja karena mereka mengejar target waktu dalam kontrak. Mereka lebih memilih mengembalikan uang senilai pembangunan drainase itu ke pemerintah atau menggantinya ke pembangunan jalan jadi lebih panjang," jelas basuki.
Sebagai solusi dari kondisi tersebut, Menteri Basuki mencanangnkan mulai 2016 mendatang pihaknya akan melakukan program pembangunan drainase secara nasional untuk seluruh jalan nasional yang ada di tanah air.
"Kita sedang persiapkan perhitungannya berapa panjang jalan nasional yang kita punya, berapa yang belum memiliki saluran drainase, berapa yang sudah punya tapi kondisinya perlu perbaikan. Baru kita hitung berapa anggaran yang dibutuhkan," katanya.
(dna/hen)











































