'Digoyang' Dolar AS, Ponsel Merek China Paling Kebal

'Digoyang' Dolar AS, Ponsel Merek China Paling Kebal

Muhammad Idris - detikFinance
Kamis, 18 Jun 2015 13:31 WIB
Digoyang Dolar AS, Ponsel Merek China Paling Kebal
Jakarta - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) boleh saja naik terhadap rupiah. Namun harga telepon seluler (ponsel) di dalam negeri tetap stabil, bahkan beberapa merek malah mendiskon harga untuk menaikkan penjualannya.

Ponsel merek-merek China jadi salah satu produk elektronik yang kebal terhadap fluktuasi nilai kurs mata uang Paman Sam.

"Dari beberapa merek itu sering berubah naik, apalagi produk masih baru pas ada dolar naik pasti ikut naik, kalau sekarang yang lama kebanyakan tetap atau beberapa turun. Kalau merek Cina itu yang nggak ada ceritanya naik, kalau nggak tetap, ya turun, nggak peduli dolarnya sekarang berapa," ungkap Dewi, kasir toko ponsel Pusat Elektronik PGC Cililitan, Jakarta Timur ditemui detikFinance, Kamis (18/6/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyebabnya, kata Dewi, dengan pertimbangan marjin yang tipis, harga ponsel merek China sudah terlanjur murah untuk didiskon.

"Kalau turun yang (merek) China paling goceng (Rp 5.000), yang merek lain kan perubahannya ratusan ribu," tukasnya.

Dewi melanjutkan, harga yang stabil ini juga karena stok ponsel China yang sudah banyak membanjiri pasar di dalam negeri.

"Kita kan distributor juga. Stok barang China paling banyak karena ternyata peminatnya juga banyak. Orang HP kayak Nokia tapi harganya murah, yah orang larinya pasti beli yang China, paling banyak di kita yang cari yah HP China," jelas Dewi.

Dari sisi harga, lanjutnya, ponsel merek China masih banyak yang dibanderol rata-rata antara Rp 100.000 sampai Rp 500.000.

"Kayak Cherry C95 harganya Rp 130.000, Evercross V2 harganya Rp 155.000. Mito 780 yang sudah bagus dan lengkap aja harganya Rp 300.000," kata Dewi.

"Yang buat harga HP China tetap murah itu stok banyak, model banyak, tipenya mirip HP yang mahal, dan harga sudah murah" tambahnya.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads