Demikian disampaikan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hediyanto W Husaini langsung dari titik lokasi, saat berbincang dengan detikFinance melalui sambungan telpon, Kamis (18/6/2015).
"Di titik yang sama, jalan di Cikarang yang sempat rusak parah saat ini sudah selesai dikerjakan perbaikannya," tutur dia dalam perbincangan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih parah, pengendara akan sering menjumpai permuakaan tanah yang mencuat dan menonjol bekas dilewati kendaraan besar, sehingga membuat pengendara motor harus ekstra hati-hati agar tidak tersandung dan terjungkal.
"Sekarang sudah selesai perbaikannya. Kita buat agregat (strutur beton) sehingga kualitas jalan lebih baik dan diharapkan lebih awet. Kita tambah juga saluran drainase agar lebih panjang lagi masa pakainya," kata dia.
Perbaikan ini, kata Hediyanto, punya arti penting bagi masyarakat karena Jalan Yos Sudarso, Cikarang itu merupakan jalur utama pemudik terutama pengguna sepeda motor yang hendak menuju Karawang dan Cikampek.
Pekerjaan perbaikan jalan ini sendiri, sambung dia, merupakan salah satu dari pekerjaan perbaikan jalur Pantura yang masuk tahun anggaran 2014. Di tahun 2014 Kementerian Pekerjaan Umum mengalokasikan anggaran Rp 1,8 triliun untuk penanganan Jalur Pantura.
Dana tersebut termasuk biaya penanganan banjir yang sempat merendam jalur tersibuk di Indonesia tersebut, juga perbaikan Jembatan Comal yang sempat runtuh tergerus derasnya air sungai di musim penghujan tahun lalu.
Meski dikatakan sudah nyaman, sambung dia, pihaknya tetap meminta masyarakat pengguna jalan tetap berhati-hati.
"Jangan sampai seperti di Cipali, terlalu antusias ketemu jalan mulus, kemudian tidak memperhatikan batas kecepatan. Apa lagi tetap kendaraan besar masih ada yang lewat, jadi pengendara tetap perlu hati-hati," pungkas dia.
(dna/ang)











































