Proses Keluar Barang di Priok Lelet, Kemendag Ingatkan Importir

Proses Keluar Barang di Priok Lelet, Kemendag Ingatkan Importir

Wiji Nurhayat - detikFinance
Jumat, 19 Jun 2015 14:18 WIB
Proses Keluar Barang di Priok Lelet, Kemendag Ingatkan Importir
Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menanggapi lambannya proses bongkar muat hingga keluar kontainer (dwelling time) dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Khusus perizinan ekspor-impor di Kemendag, sudah dilakukan seluruhnya dengan sistem online, sehingga dipastikan lebih cepat. Namun ada prilaku importir yang juga mengambil peran memperlama proses penerbitan izin atau pendaftaran, sehingga berdampak pada dwelling timr.

"Sebenarnya banyak hal bukan izin tetapi hanya berupa pendaftaran tetapi sudah dilakukan secara online. Kalau dilaksanakan dengan baik tidak masalah," tegas Sekjen Kemendag Gunaryo saat ditemui di Gedung Kemendag, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Jumat (19/6/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gunaryo menghitung, rata-rata proses pengajuan proses dokumen untuk ekspor dan impor tidak lebih dari 2 hari. Bahkan saat ini rata-rata waktu yang dibutuhkan tidak lebih dari 1 hari.

"Hanya (pengurusan) importir terdaftar, importir produsen, itupun barang yang harus diatur. Kalau kita hilangkan semangatnya beda. Hanya 1 hari paling lama 2 hari. Saya buktikan itu waktu impor daging. Ya kalau kita ini kan 2 hari kerja kita maksimal. Tetapi sesungguhnya justru kurang dari itu, apalagi kalau sudah di online," tuturnya.

Gunaryo mengakui ada beberapa proses pengurusan dokumen yang biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun bukan salah di sistem tetapi para importir yang terkadang lama mengurus dokumen atau terjadi kesalahan akibat barang yang diimpor tidak sesuai dengan dokumen sehingga harus kembali melakukan pengurusan dokumen dari awal.

"Sebenarnya kan kita harus banyak sosialisasi kepada importir dan eksportir. Karena banyak hal itu yang terjadi mereka mengurus izin impor ketika barang sedang jalan, di sini mereka baru mengurus, di sini kan perlu waktu juga. Yang kedua juga sebelum barang dikirim tetapi misalnya kaca mata ini yang harus diimpor ternyata berubah speknya berubah dan HS (Harmonized System) nya berbeda. Itu yang sering kali membuat lama," katanya.

(wij/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads