Jokowi Marah di Priok, Rini Soemarno: Harus Ada Team Work

Jokowi Marah di Priok, Rini Soemarno: Harus Ada Team Work

Wiji Nurhayat - detikFinance
Sabtu, 20 Jun 2015 18:48 WIB
Jokowi Marah di Priok, Rini Soemarno: Harus Ada Team Work
Foto: Rini dan Direksi BUMN di Kediaman Dinas (Wiji-detikFinance)
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno punya tanggapan soal tingginy‎a waktu tunggu bongkar muat (dwelling time) di Pelabuhan Tanjung Priok. Menurut Rini, yang harus diperbaiki adalah komunikasi dan koordinasi antar lembaga atau team work.

Masih lambatnya bongkar muat di Tanjung Priok, membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) marah, saat blusukan ke pelabuhan terbesar Indonesia itu pada Rabu lalu.

"Sama di pelabuhan juga, kalau bekerjasama seperti importir ingin cepat dan instansi/lembaga mau mendorong ingin mempercepat kan proses ini berjalan baik. Intinya team work oleh semua pihak‎," kata Rini, saat ditemui di kediaman pribadinya, Jalan Widya Chandra, Jakarta, Sabtu (20/6/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Rini, Pelindo II (IPC) sebagai operator Pelabuhan Tanjung Priok sudah melaksanakan sistem pengelolaan secara menyeluruh yang ada di pelabuhan. Rini mengatakan, tanggung jawab Pelindo II hanyalah sebatas bongkar muat barang dari kapal turun ke darat, penempatan kontainer di yard, dan mengantarkan kontainer keluar gerbang pelabuhan.

"Tetapi prosesnya setelah itu (pre customs) itu panjang karena keterlibatan banyak instansi. Misalnya kalau impor butuh perizinan dari Kementerian Perdagangan (Kemendag), makanan dari BPOM, tumbuhan harus ada Barantan (Badan Karantina), dan macam-macam," tuturnya.

Dengan keterlibatan instansi/lembaga yang cukup banyak, perlu dilakukan pembenahan di sistem koordinasi. Salah satu cara yang dicetuskan Rini adalah membentuk sebuah single portal, ‎yang di dalamnya sudah terdapat instansi/lembaga itu.

"Proses ini yang diharapkan Pak Presiden dapat dipercepat. Sehingga dibuat seperti one window system. Lalu nantinya data itu apakah akan dikelola Pelindo II atau lembaga terkait. Ditawarkan solusi bisnis dalam bentuk IT," cetus Rini.

Di tempat yang sama, Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha IPC, Saptono Rahayu Irianto, membenarkan apa yang dikatakan Rini. ‎Koordinasi antar instansi/lembaga di Pelabuhan Tanjung Priok wajib diperbaiki agar bisa menekan dwelling time yang cukup lama.

"Tanpa team work tidak akan bisa bekerja baik dan menata diri untuk menyelesaikan fungsinya masing-masing. Kalau kami sudah melakukan sesuai standar internasional. JICT sudah 3 kali juara terbaik. Di pre customs ada 16 K/L (Kementerian/Lembaga) masing-masing instansi sudah ada yang sudah mengoperasikan (layanan IT), ada yang baru jalan dan sedang dalam proses penyempurnaan. Fungsi itu (layanan IT) bagus ke depan dalam rangka perbaikan sistem," jelas Saptono.

(wij/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads