Amran bertindak sebagai inspektur upacara yang dimulai pukul 08.00 WIB di lapangan upacara Kementerian Pertanian, Senin (21/6/2015). Ia mengenakan seragam pakaian dinas harian (PDH) kementan berwarna hijau dan berkacamata hitam.
"Saya mengajak seluruh elemen mengupayakan penyediaan pangan hingga menggapai swasembada pangan," kata Amran dalam sambutannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sambutannya, Mentan menjelaskan 252 juta penduduk Indonesia membutuhkan pangan dalam jumlah besar. Pencapaian swasembada beras harus tercapai dalam waktu 3 tahun. Komoditas lain harus dilakukan percepatan pencapaian swasembada untuk menghindari impor.
"Presiden menargetkan Indonesia harus berdaulat pangan. Swasembada beras harus tercapai dalam waktu 3 tahun, karena penduduk Indonesia mencapai 252 juta jiwa yang membutuhkan banyak pangan," tegasnya.
"Peringatan Hari Krida Pertanian merupakan wujud penghargaan kepada petani, peternak dan pelaku usaha pertanian yang telah berupaya menyediakan pangan bagi bangsa Indonesia," tambah Mentan.
Ia menambahkan, Program Upaya Khusus (UPSUS) Swasembada Pangan komoditas Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale) tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya.
"Sampai hari ini telah tersalurkan alsintan (alat mesin pertanian) sejumlah 60.000 unit, perbaikan jaringan irigasi tersier 2,6 juta hektar dan optimalisasi lahan. Selain dari sisi lahan, Kementan akan membenahi regulasi yang menghambat khususnya dalam hal pengadaan benih, pupuk dan alsintan," jelas Amran.
Amran juga menyampaikan, capaian selama 7 bulan program UPSUS. Produksi meningkat 2,6 juta ton gabah kering giling, pendistribusian 264.000 ton pupuk, perbaikan irigasi tersier seluas 1 juta hektar, optimalisasi lahan seluas 249.000 hektar dan 26.000 unit traktor atau 30.000 unit alsintan.
(rrd/hen)











































