"Ya bagaimana industri perikanan maju ke depan. Karena Pak Presiden itu gemes juga, (laut) kita kaya sekali tapi selama ini tidak membuat masyarakat Indonesia menikmati. Yang nikmati orang luar," ungkap Susi saat meninggalkan komplek Istana, Jakarta, Senin (22/6/2015).
Beberapa langkah pun telah disiapkan untuk mencapai target tersebut. Fokus utama tetap dalam pemberantasan illegal fishing. Terakhir, Susi menyatakan, telah menenggelamkan 41 kapal yang terlibat dalam aktivitas tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian adalah pemberdayaan nelayan. Beberapa program akan diarahkan untuk mendorong nelayan menghidupkan industri perikanan. Khususnya untuk akses ke perbankan.
"Pemberdayaan nelayan, budidaya, mengerjakan kemarin antara pelaku pemilk kapal dan perbankan, kita lakukan fasilitasi, mediasi, dan lainnya," tukas Susi.
(mkl/dnl)











































