Jokowi Marah di Priok, Dirut Pelindo II: Kasihan Presiden

Jokowi Marah di Priok, Dirut Pelindo II: Kasihan Presiden

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 22 Jun 2015 14:18 WIB
Jokowi Marah di Priok, Dirut Pelindo II: Kasihan Presiden
Jakarta - Rabu pekan lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) marah saat mengunjungi Pelabuhan Tanjung Priok, karena waktu bongkar muat hingga proses keluar barang (dwelling time) yang lama. PT Pelindo II menyatakan, tak ada hubungan proses dwelling time dengan Pelindo II sebagai operator pelabuhan.

"Tidak ada kaitannya sama pelabuhan," kata Direktur Utama Pelindo II, RJ Lino di temui di kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (22/6/2015).

Menurut Lino, justru pihaknya yang dirugikan dengan lamanya dwelling time tersebut. Karena dengan banyaknya kontainer yang menumpuk di pelabuhan, kapasitas pelabuhan peti kemas di Tanjung Priok menjadi menurun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan kita, itu pemerintah. Karena delapan kementerian itu," ujar Lino.

Maksudnya 8 kementerian adalah, pihak yang terlibat dalam perizinan arus barang di pelabuhan. Menurut Lino, 8 kementerian tersebut tidak terhubung dan cenderung bekerja sendiri-sendiri. "Sudah saya sampaikan. Presiden tahu," ujar Lino.

Lebih parah lagi, ujar Lino, meski Presiden Jokowi sudah ke sana dan marah, namun tetap saja tidak ada perubahan terkait 8 kementerian tadi. Lino mengatakan, lokasi perizinan dari 8 kementerian di pelabuhan Tanjung Priok kosong.

"Kemarin itu kan sandiwara besar saja, kasihan presiden. Coba kita lihat hari ini ada nggak orangnya. Sekarang coba ke Priok ada nggak orangnya. Sekarang kalian ke Priok, ada nggak orang-orang yang kemarin. Ini saya foto, ini kan kacau. Ini hari ini. Sudah dimarah-marahin presiden masih kayak begini," cetus Lino.
Β 
"Orang-orang itu mesti dipaksa," tegas Lino.

Soal dwelling time ini, sebenarnya sistemnya sudah tersedia termasuk yang dimiliki Pelindo II. Namun, di antara kementerian ini tidak mau berkoordinasi. Kondisi ini, tegas Lino, membuat masyarakat dan banyak pihak dirugikan

"Saya sendiri tidak suka barang lama di pelabuhan," jelas Lino.

"Menteri BUMN tidak ada kaitan, kami tidak ada kaitan apalagi Menteri BUMN. Fasilitas sudah kami sediakan. Ruangan sudah sediakan semua. Bahwa itu tidak jalan kan bukan kami," kata Lino.

(mkl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads