Jokowi Minta Kampung Nelayan Bersih dan Rapi Seperti di Brunei

Jokowi Minta Kampung Nelayan Bersih dan Rapi Seperti di Brunei

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 22 Jun 2015 14:40 WIB
Jokowi Minta Kampung Nelayan Bersih dan Rapi Seperti di Brunei
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono siang ini. Jokowi ingin rencana revitalisasi kawasan di kampung nelayan segera direalisasikan.

Hal ini disampaikan Basuki saat meninggalkan komplek Istana Negara, Jakarta, Senin (22/6/2015)

"Jadi Bapak Presiden Jokowi punya ide, untuk merevitalisasi kawasan kumuh di kampung nelayan. Hari ini dipanggil diberi arahan untuk memilih beberapa kawasan nelayan yang idenya, perspektifnya, rencananya, direvitasliasi, suapaya rapi, baik, dan sehat," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam rapat tersebut, Basuki diminta menyiapkan kawasan percontohan untuk rencana tersebut. Setidaknya 10 kawasan. Laporan selanjutnya akan ditunggung Jokowi setelah lebaran Idul Fitri.

"Saya diberi waktu, setelah lebaran saya lapor lagi, kawasan mana yang terpilih akan jadi contoh untuk diperbaiki tahun ini, kemudian dikerjakan di tahun-tahun berikutnya," terangnya.

Konsep yang dinginkan Presiden, kata Basuki tidak jauh berbeda dengan yang ada di Brunei Darussalam. Namun diharapkan dapat direalisasikan dengan dana yang tidak terlalu besar. Karena dimungkinkan bersumber dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara)

"Konsep yang diinginkan seperti kota air dan bersih yang bersih, tapi tidak mahal. Beliau melihat kota air di Brunei. Itu rapi dan bersih tapi kan butuh biaya besar, dan kita nggak mampu. Jadi kami diminta untuk membuat perspektif desain, sebelum dan sesudahnya seperti apa, kira-kira bisa dikerjakan apa nggak," jelas Basuki.

Basuki belum dapat menyebutkan besaran anggaran yang diperlukan untuk pembangunan tersebut. Beberapa kawasan yang disebutkan Presiden sebagai percontohan adalah Belawan, Tegal, dan Pekalongan.

"Presiden tadi nyebut misalnya, Belawan, kemudian Tegal, Pekalongan. Kita baru mau survei. Ini masih ide dasar. Kalau ketemu yang setelah lebaran, itu sudah ada anggarannya," pungkasnya.

(mkl/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads