Dijadwalkan rapat mulai pada pukul 14.00 WIB. Hadir dalam rapat, di antaranya Wapres Jusuf Kalla, Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, dan Menteri Sosial Khofifah.
"Rapatnya adalah evaluasi sistem raskin," ungkap Sofyan saat memasuki komplek Istana, Jakarta, Senin (22/6/2015)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian ini berdampak terhadap harga beras itu sendiri. Karena beberapa jalur distribusi yang harus dilewati untuk sampai ke penerima. Ini justru membutuhkan biaya.
"Kalau dana disediakan pemerintah, ya aman. Tapi kalau tidak, akhirnya harga yang lebih mahal jatuh ke penerima," kata Sofyan.
Tahun ini, dana yang dianggarkan pemerintah untuk subsidi raskin adalah Rp 18 triliun, atau sama dengan anggaran di 2014. Sementara itu pada 2013, subsidi raskin Rp 21,9 triliun dan di 2012 mencapai Rp 20,9 triliun.
Diketahui, program raskin ini sebenarnya sudah berjalan sejak 16 tahun yang lalu. Tapi setiap tahunnya penyaluran raskin sering dinilai bermasalah. Bahkan ini pernah terendus oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ada 6 indikator yang dinilai tidak tepat oleh KPK, yaitu tidak tepat sasaran, jumlah, mutu (kualitas), waktu, harga, dan administrasi. Oleh karena itu, program raskin perlu diperbaiki secara menyeluruh.
Bank Dunia pun pernah mengeluarkan hasil riset mengenai raskin pada 2003. Saat itu disebutkan raskin yang disalurkan salah sasaran, karena 74% diterima oleh kelompok non miskin.
(mkl/dnl)











































