Namun menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dampak El Nino di sektor perikanan khususnya di sektor perikanan tangkap justru positif. Hal ini berlawanan dengan ancaman produksi pangan seperti padi dan jagung akibat kemarau.
"El Nino ini memicu musim panen luar biasa di perikanan tangkap. Ini namanya windfall musim panen ikan akan besar. Jadi memicu ikan luar biasa," kata Susi saat berdiskusi di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Senin (22/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beberapa bulan terakhir banyak variasi ikan di pasaran. Tuna di Indonesia timur sebesar orang dinaikkan dengan sepeda motor dan diperdagangkan di tenda biru. Di Aceh, pak Sofyan Djalil (Menko Perekonomian) melihat langsung nelayan memakai jaring alat bisa dapat 1 ton. Ikan sekarang sedang kembali," tuturnya.
Selain itu, harga ikan di pasar tradisional jauh lebih rendah dibandingkan sebelumnya. Susi berharap harga ikan terus turun seiring program pemerintah memberantas illegal fishing dan musim puncak panen perikanan tangkap.
Saat ini Susi menilai rata-rata per kapita konsumsi ikan di dalam negeri minim yaitu hanya 47,77 kg. Harapannya dengan pasokan yang tinggi, sehingga harga ikan lebih murah, dan dijangkau masyarakat.
"Alhamdulillah, harga ikan juga sudah semakin turun ke Rp 35.000-40.000/kg, at least sekarang sudah di bawah Rp 70.000," tandasnya.
(wij/hen)











































