Kepala Biro Perekonomian Pemprov DKI Jakarta Adi Ariantara inflasi Jakarta juga disumbang oleh kenaikan harga tanah. Adanya pembangunan proyek-proyek properti skala besar di Jakarta membuat harga tanah di Jakarta terus melambung tinggi.
"Inflasi di Jakarta juga akibat harga tanah yang terus naik. Pemprov mencanangkan pembangunan rusunawa (rumah susun sederhana sewa), memanfaatkan tanah secara vertikal, ini upaya mengendalikan harga tanah," kata Adi saat ditemui di Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta, Jalan Juanda No.28, Jakarta, Senin (22/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inflasi yang terjadi pada Mei disebabkan naiknya harga-harga pada kelompok bahan makanan. Seluruh kelompok pengeluaran mengalami kenaikan indeks/inflasi yaitu kelompok bahan makanan 0,97 persen; kelompok kesehatan 0,45 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,36 persen; kelompok sandang 0,30 persen; dan kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,23 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,16 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,03 persen.
Khusus pengendalian inflasi dari harga kebuutuhan pokok, Pemprov DKI Jakarta terus memantau pasokan bahan pangan selama puasa dan lebaran. Sedikitnya, ada 156 komoditi yang dipantau setiap hari untuk memastikan ketersediaannya. Stok pangan dinilai aman sampai lebaran.
"Kita pantau 156 komoditi di Jakarta setiap hari, beras, daging ayam dan sapi, telur, ini paling besar, kebutuhan harian cukup, stok aman sampai lebaran," ujarnya.
Adi menyebutkan, untuk beras, ketersediaannya mencukupi hingga 17 hari stok. Ia menjamin tidak akan ada lonjakan harga yang signifikan selama puasa dan menjelang lebaran tahun ini. Pemprov DKI akan melakukan Operasi Pasar (OP) jika diperlukan.
"Per 19 Juni, kita sudah mendata, kebutuhan harian cukup, beras 16-17 hari stok, jadi stok untuk lebaran cukup, kalau terjadi gejolak harga, kami sudah siap membanjiri pasar dengan kebutuhan pangan, kami coba buat jadwal terintegrasi, sebelum lebaran digelontorkan, bekerjasama dengan Bulog," katanya.
(hen/dnl)











































