Jakarta -
Saat ini, Indonesia masih menarik pinjaman luar negeri. Per Mei 2015, utang luar negeri pemerintah Indonesia (baik bilateral maupun multilateral) tercatat Rp 691,66 triliun (24,3% dari total utang pemerintah Rp 2.843,25 triliun). Jumlah ini turun dari bulan sebelumnya Rp 685,9 triliun.
Secara bilateral, Jepang, Prancis, dan Jerman masih menjadi kreditur terbesar Indonesia. Sementara secara multilateral, Indonesia masih meminjam kepada Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (ADB), dan Bank Pembangunan Islam (IDB).
Berikut adalah pemberi pinjaman bilateral dan multirateral terbesar buat Indonesia, seperti dikutip dari data Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Selasa (23/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
6. Bank Pembangunan Islam (IDB)
Per Mei 2015, utang pemerintah Indonesia ke IDB mencapai Rp 7,94 triliun, naik dari bulan sebelumnya Rp 7,83 triliun. Persentasenya adalah 1,1% dari total utang luar negeri Indonesia.
5. Jerman
Hingga Mei 2015, utang pemerintah Indonesia ke Jerman mencapai Rp 20,82 triliun, naik tipis dari bulan sebelumnya Rp 20,42 triliun. Ini adalah 3% dari total utang luar negeri pemerintah pusat.
4. Prancis
Sampai Mei 2015, utang Indonesia ke Prancis mencapai Rp 25,19 triliun. Jumlah ini naik dari bulan sebelumnya Rp 24,73 triliun. Jumlah tersebut adalah 3,6% dari total utang luar negeri pemerintah pusat.
3. Bank Pembangunan Asia (ADB)
Utang dari ADB per Mei 2015 adalah Rp 108,75 triliun, naik dari bulan sebelumnya Rp 107,35 triliun. Jumlah ini adalah 15,7% dari total utang luar negeri pemerintah pusat.
2. Bank Dunia
Pemberi utang luar negeri terbesar kedua adalah Bank Dunia. Jumlah utang Indonesia ke Bank Dunia per Mei 2015 mencapai Rp 184,21 triliun. Jumlah ini naik dari bulan sebelumnya Rp 180,31 triliun.
Utang Indonesia ke Bank Dunia mencapai 26,6% dari total utang luar negeri pemerintah.
1. Jepang
Negeri Matahari Terbit adalah kreditur terbesar Indonesia. Per Mei 2015, utang pemerintah Indonesia ke Jepang mencapai Rp 213,27 triiun, turun dari bulan sebelumnya Rp 217,88 triliun.Utang tersebut mencapai 30,8% dari total pinjaman luar negeri.
(dnl/hen)