Di Era Jokowi, 2 Tol Mangkrak Ini Dikebut

Di Era Jokowi, 2 Tol Mangkrak Ini Dikebut

Dana Aditiasari - detikFinance
Selasa, 23 Jun 2015 09:20 WIB
Di Era Jokowi, 2 Tol Mangkrak Ini Dikebut
Jakarta - Pembangunan jalan tol Trans Jawa terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Di 6 bulan era Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejumlah ruas mangkrak bahkan mulai menunjukkan perkembangan.

Hal ini bisa terlihat dari perkembangan proses penyediaan lahan pembangunan jalan tol ruas Batang-Semarang sepanjang 75 km, yang terdiri dari 5 seksi pekerjaan.‎

Data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hingga 15 Juni 2015 menunjukkan, lahan yang tersedia untuk jalan tol ini telah mencapai 17,58%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal, selama kurang lebih 9 tahun sejak perjanjian‎ pengusahaan jalan tol (PPJT) ini ditandatangani, proses pembebasan lahan mandek di posisi 3,33%.

"Saat ini perkembangannya sudah sangat signifikan. Memang tahun ini kita fokus di percepatan pengadaan lahan. Dengan kecepatan seperti saat ini, target 2018 rampung kami yakin bisa dicapai," kata ‎Direktur Jenderal Binamarga, Kementerian PUPR Hediyanto W Husaini, kepada detikFinance, Senin (22/6/2015).

Ada pun luas lahan yang diperlukan untuk membangun jalan tol yang dikelola PT Marga Setia Puritama ini, diperkirakan mencapai 666,67 hektar. Jalan tol ini ditargetkan rampung di 2018 dengan masa konsesi 45 tahun.‎

Tak hanya ruas ‎Batang-Semarang, ruas tol tetangganya yang berbatasan tepat di sisi barat, yakni Pemalang-Batang sepanjang 39,2 km, juga bakal dikebut.

Jalan Tol Pemalang-Batang dan Batang-Semarang memang kerap menjadi sorotan lantaran perkembangan pekerjaannya dianggap yang paling lambat. Dua ruas jalan tol ini sudah mangkrak hingga 9 tahun lamanya sejak 2006, akibat proses pembebasan lahan yang tak kunjung tuntas.

Namun dengan berbagai upaya percepatannya yang dilakukan pemerintah, ditargetkan dua ruas tol ini bisa mulai dikerjakan pembangunan konstruksinya pada Agustus 2015.

"Agustus target kita bisa dikerjakan konstruksinya. Karena lahan sudah siap tinggal pembayaran. Sebelum Hari Raya lahan sudah dibayar sehingga konstruksi bisa kita mulai Agustus," ujar Direktur Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Subagyo, ditemui detikFinance beberapa waktu lalu.

Ruas Pemalang-Batang sepanjang 39,2 km dan terdiri dari seksi pekerjaan, saat ini ditangani oleh PT Pemalang Batang Toll Road selaku investor. Biaya investasi untuk ruas ini mencapai Rp 4,08 triliun, dengan masa konsesi 45 tahun.

Penandatanganan PPJT ruas ini telah dilakukan pada Juli 2006 dan diperbaharui pada Juli 2011, namun belum mulai dikerjakan hingga saat ini.

Sementara itu, ruas tol Batang-Semarang sepanjang 75 km yang terdiri dari 5 seksi, ditangani oleh PT Marga Setia Puritama. Investasi tol ini mencapai Rp 7,23 triliun dengan masa konsesi 45 tahun.

Ruas ini pun telah ditandatangani PPJT-nya pada Juli 2006, dan diperbaharui pada Februari 2013, tetapi juga belum dikerjakan.

(dna/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads