Akibatnya, harga jual kurma pun melonjak tinggi bahkan ada yang hampir naik hingga dua kali lipat. Salah satu pedagang kurma di Blok B Tanah Abang, Jakarta Pusat, bernama Supriyanto mengamini hal tersebut.
"Karena dolar (AS) naik, semuanya ikut naik. Tahun lalu dolar masih Rp 10.000, sekarang jadi Rp 13.000. Jadi kurma sekarang mahal, nggak ada yang harganya tetap, semuanya naik," katanya pemilik Toko Amanah ini kepada detikFinance, Selasa (23/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kurma Nabi itu saya impor dari Madinah," katanya.
Selain itu ada Kurma Medjool asal California dipatok Rp 250.000 per 100 gram, tahun lalu harganya masih Rp 200.000. Sementara Kurma Tunisia Palm Fruit dijual Rp 120.000 per 100 gram dari sebelumnya Rp 80.000.
Sedangkan untuk Kurma Madu yang berasal dari Iran dijual Rp 150.000 dari sebelumnya Rp 120.000. Menurut, Supriyanto kurma dari Iran ini yang sekarang banyak dicari pelanggan.
"Harganya naik, tapi penjualan tidak ada kenaikan atau penurunan karena memang kurma selalu ada peminatnya saat puasa dan ramadan," jelasnya.
Jumlah pembeli kurma sempat naik tinggi menjelang bulan puasa. Saat ini jumlah pembeli tidak terlalu banyak, tapi juga tidak bisa dibilang sepi.
"Walaupun ekonomi lesu, penjualan tidak berkurang," ujarnya.
(ang/dnl)










































