"Kita menguatkan sinergi, tanggalkan ego sektoral. Kita bahu membahu turun ke sawah, tanam padi, kemudian panen lalu serap sehingga Insya Allah swasembada akan terealisasi dalam waktu dekat," kata Amran usai rapat koordinasi Penyerapan Gabah/Padi periode tanam periode April-September 2015 di Gedung Balai Prajurit Makodam V/Brawijaya di Surabaya, Selasa (23/6/2015).
Amran mengungkapkan sinergi yang dibangun bukanlah sejak dirinya menjadi menteri tetapi sudah lama dilakukan dengan harapan petani sebagai produsen bisa terlindungi dan sejahtera.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Kementan juga sudah menyiapkan antisipasi musim kemarau dengan memberikan bantuan pompa air serta memperbaiki saluran irigasi yang dilakukan sejak Desember 2014.
"Seperti tadi ada yang minta 1.200 pompa langsung kita penuhi dalam waktu dekat. Jatim mestinya minta 2.000-3.000 pompa tapi mintanya hanya segitu," paparnya.
Sementara, Pangdam V/Brawijaya, Mayjend TNI Eko Wiratmoko, menyatakan pihaknya akan sepenuhnya membantu pemerintah mewujudkan swasembada pangan dengan mengerahkan seluruh kekuatan prajurit.
Eko tidak segan segan memberikan hadiah bagi Babinsa (Bintara Pembina Desa) yang berhasil menangkap pelaku penyalahgunaan pupuk bersubsidi yang dapat mengganggu tercapainya swasembada pangan.
"Posisi konkret kita mulai dari pendampingan, sosialisasi, sampai menangkap (pelaku) pupuk subsidi yang disalahgunakan," katanya.
Eko sudah memerintahkan jajaran dibawahnya untuk 'bertempur' mencari gabah untuk dibeli langsung dari petani. "Sesuai arahan Pak Menteri kita siap kerahkan kekuatan untuk turun ke bawah membeli gabah langsung dari petani," katanya.
(ze/hen)










































