New Priok juga dipercaya mengurangi waktu bongkar muat atau dwelling time yang saat ini sedang ramai dibahas. Lantas apa respons regulator, yakni Kementerian Perhubungan (Kemenhub)?
Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub, Bobby R. Mamahit memandang, bakal ada masalah baru di luar dwelling time, yang berpotensi timbul pasca pengoperasian New Tanjung Priok mulai akhir 2015. Persoalan baru itu adalah kemacetan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau bicara New Priok, bukan dwelling time. Yang bikin macet tol. Itu truk. Takutnya aksesnya nggak sanggup tambung pergerakan truk pembawa peti kemas," kata Bobby di kantor Kemenhub, Jakarta, Rabu (24/6/2015).
Ia menilai, sebaiknya Pelindo II sebagai operator pelabuhan segera menggandeng Kemenhub serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), untuk merancang moda transportasi pendukung dari atau ke New Tanjung Priok.
Solusi kendaraan alternatif sangat diperlukanm agar tidak terjadi kemacetan pasca pengoperasian bertahap New Tanjung Priok. Pembangunan akses bisa membuat jalan tol, jaringan kereta, hingga kanal.
"Pelindo II harus berpikir untuk buat akses jalan. Jangan sampai kayak Bandara Soekarno-Hatta, setelah kapasitas berlebih baru bergerak,β ujarnya.
(feb/ang)











































