Kalau Ditolak Jepang, Tuna 'Raksasa' RI Masih Laku Diekspor AS dan Eropa

Kalau Ditolak Jepang, Tuna 'Raksasa' RI Masih Laku Diekspor AS dan Eropa

Wiji Nurhayat - detikFinance
Rabu, 24 Jun 2015 15:54 WIB
Kalau Ditolak Jepang, Tuna Raksasa RI Masih Laku Diekspor AS dan Eropa
Jakarta - Tuna yang berasal dari laut Indonesia cukup laku dijual di pasaran internasional. Meski sudah di-reject atau tidak lolos ekspor ke Jepang, tuna-tuna tersebut masih laku diekspor kembali ke Uni Eropa hingga Amerika Serikat (AS).

Sekretaris Jenderal Asosiasi Tuna Longline Indonesia (ATLI) Dwi Agus Siswa Putro menjelaskan tuna-tuna yang ditolak biasanya diolah kembali ke UPI atau Unit Pengolahan Ikan yang ada di Bali.

"Untuk tuna reject (tidak lolos ekspor) harganya US$ 3 sampai US$ 4 per kg biasanya UPI yang di Bali yang beli," katanya kepada detikFinance, Rabu (24/6/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di dalam UPI kemudian ikan-ikan tuna ini diproses dengan cara dipotong berbagai bentuk seperti slice, loin, dan steak dalam bentuk beku ataupun saku ikan tuna.

"Produk ini diekspor ke Eropa dan Amerika," tambahnya.

Dwi mengatakan, Jepang memiliki perhitungan tersendiri harga ikan tuna. Bila tidak segar (fresh) dan kualitasnya di bawah rata-rata spesifikasi yang ditetapkan, maka ikan tuna tersebut di-reject.

"Ikan yang digunakan ikan tuna yang grade B dan C, sedangkan grade A (shasimi great) diekspor ke Jepang," sebutnya.

Yuk lihat tuna hasil tangkapan nelayan RI yang ukurannya sebesar manusia. Klik di sini.

(wij/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads