Sekretaris Jenderal Asosiasi Tuna Longline Indonesia (ATLI) Dwi Agus Siswa Putro menjelaskan tuna-tuna yang ditolak biasanya diolah kembali ke UPI atau Unit Pengolahan Ikan yang ada di Bali.
"Untuk tuna reject (tidak lolos ekspor) harganya US$ 3 sampai US$ 4 per kg biasanya UPI yang di Bali yang beli," katanya kepada detikFinance, Rabu (24/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Produk ini diekspor ke Eropa dan Amerika," tambahnya.
Dwi mengatakan, Jepang memiliki perhitungan tersendiri harga ikan tuna. Bila tidak segar (fresh) dan kualitasnya di bawah rata-rata spesifikasi yang ditetapkan, maka ikan tuna tersebut di-reject.
"Ikan yang digunakan ikan tuna yang grade B dan C, sedangkan grade A (shasimi great) diekspor ke Jepang," sebutnya.
Yuk lihat tuna hasil tangkapan nelayan RI yang ukurannya sebesar manusia. Klik di sini.
(wij/ang)











































