Mentan mengatakan, pemberian bantuan pompa air dalam jumlah besar ini sebagai langkah kongkret mengantisipasi kekeringan yang mulai melanda lahan pertanian Bojonegoro di awal musim kemarau tahun ini.
Kementerian Pertanian (Kementan) telah memberikan bantuan pompa air untuk Pemkab Bojonegoro sebanyak 83 unit yang bersumber dari bantuan dana refocusing, APBN, dan APBN Perubahan 2015. Kemudian, Kementan mengucurkan bantuan pompa air sebanyak 20 ribu hingga 30 ribu unit untuk seluruh Indoensia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan saya minta dalam waktu satu minggu pompanya sudah ada di petani, kita harus gerak cepat atasi kekeringan," tambah Mentan.
Amran mengungkapkan, telah melakukan langkah antisipasi kekeringan secara nasional yakni sejak awal tahun. Luas lahan pertanian yang dilanda kekeringan secara nasional yaitu sebesar 198.000 hektar, sedangkan khusus di Bojonegoro, lahan pertanian rawan kekeringan sebesar 10.128 hektar.
Adapun daerah di Pulau Jawa selain Bojonegoro yang rawan dilanda kekeringan yakni Kabupaten Indramayu Jawa Barat dan Kabupaten Demak Jawa Tengah.
Ia berjanji akan memberikan tambahan bantuan anggaran di 2016 untuk Pemkab Bojonegoro karena produksi padi di Bojonegoro melebihi target yang diberikan. Namun, Amran meminta Pemkab Bojonegoro agar fokus dan serius melakukan langkah antisipasi kekeringan pada lahan 10.128 hektar tersebut.
"Kami janji akan beri anggaran di tahun 2016 yang lebih besar, tapi tolong amankan lahan kering 10.128 hektar itu," ujar Mentan.
Dalam kesempatan ini, Amran menegaskan tidak akan melakukan impor pangan khusunya beras dan memintan petani agar menjual gabahnya ke Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog). Menurutnya, produksi dalam negeri cukup dan aman selama bulan Ramadhan dan sampai Lebaran.
"Produksi padi di Jawa Timur dalam 2 bulan ke depan yakni sebanyak 500 ribu ton. Dengan produksi sebesar ini, maka kebutuhan beras aman, tidak ada impor," tegasnya.
(rrd/hen)











































